Target PAD Rp700 Miliar, Pranaya Yudha Mahardika Dorong Pembenahan BUMD dan Sistem Transportasi Terpadu

Editor Yoyok

- Author

Senin, 4 Mei 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi C, Pranaya Yudha Mahardika. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi C, Pranaya Yudha Mahardika. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Langkah tegas ditunjukkan Komisi C DPRD Jawa Timur dalam mengawal hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) BUMD. Anggota Komisi C, Pranaya Yudha Mahardika, memastikan rekomendasi Pansus tidak akan berhenti sebagai dokumen formal semata.

Menurutnya, hasil Pansus merupakan mandat resmi yang harus ditindaklanjuti secara konkret oleh DPRD, khususnya Komisi C yang membidangi keuangan dan BUMD.

“Ini bukan katanya orang-orang. Ini rekomendasi resmi Pansus yang memberi mandat ke Komisi C untuk mengawal dan mengawasi. Karena masa kerja Pansus terbatas hanya enam bulan,” tegas Pranaya, Senin (4/5/2026).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim itu menegaskan, salah satu fokus utama yang akan digenjot adalah evaluasi kinerja BUMD secara berkala. Laporan triwulanan disebutnya akan menjadi instrumen penting untuk memastikan arah perbaikan berjalan sesuai rel.

“Laporan kinerja tiga bulanan itu wajib kita kejar. Dari situ kita bisa lihat progres perbaikan BUMD, apakah jalan atau stagnan,” ujarnya.

Tak hanya berhenti pada pengawasan, Komisi C juga akan masuk lebih dalam pada rencana pembentukan badan baru yang berkaitan dengan penguatan BUMD. Namun, Pranaya menegaskan, langkah ini tidak bisa dilakukan secara sektoral.

“Kalau sudah bicara struktur kelembagaan, tentu lintas komisi. Komisi A juga terlibat. Tapi dari sisi bisnis dan kinerja, Komisi C tetap di depan,” jelasnya.

Ia menilai sinergi antar-komisi menjadi kunci agar BUMD tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga mampu memberi layanan publik yang optimal.

Yang paling menarik, Pranaya membeberkan skenario besar penguatan BUMD melalui pembentukan entitas baru berbasis DABN (Daerah Aset Berskala Nasional).

Konsepnya tidak tanggung-tanggung: satu BUMD yang mengelola sektor transportasi secara terintegrasi—darat, laut, hingga udara.

“Kita sudah punya pelabuhan lewat BUP, ada TransJatim, bahkan rencana LRT Surabaya Raya. Ini bisa dikonsolidasikan dalam satu BUMD transportasi,” paparnya.

BACA JUGA  Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Tak berhenti di situ, potensi Bandara Abdulrahman Saleh di Malang juga masuk dalam radar pengembangan.

“Jadi satu holding transportasi. Darat, laut, udara. Ini kekuatan besar kalau dikelola serius,” imbuhnya.

Penguatan BUMD ini, lanjut Pranaya, bukan tanpa target. DPRD Jatim menaruh harapan besar agar kontribusi BUMD mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini, PAD Jatim masih tertinggal dari Jawa Tengah. Data menunjukkan, PAD Jatim 2025 di kisaran Rp488 miliar, sementara Jawa Tengah sudah mencapai Rp696 miliar.

“Minimal kita samai dulu, syukur bisa melampaui. Target realistis kita tembus Rp700 miliar kalau BUMD dikelola maksimal,” tegasnya optimistis.

Menanggapi isu penghapusan BUMD, Pranaya langsung meluruskan. Ia memastikan tidak ada agenda pengurangan jumlah BUMD secara langsung.

“BUMD kita sekitar sembilan. Yang kita benahi itu anak usahanya. Mana yang tidak sehat, bisa ditutup atau dimerger,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp