Puncak Hari Jadi ke-81 Jatim di Pantai Slopeng, Khofifah Serahkan Bansos Rp17,36 Miliar

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai total Rp17,36 miliar dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai total Rp17,36 miliar dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep. (dok. Humas Pemprov)

Sumenep – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai total Rp17,36 miliar dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Bantuan tersebut mencakup program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan desa, hingga dukungan infrastruktur. Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat kemandirian keluarga dan potensi ekonomi daerah.

Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan bukan sekadar bentuk kepedulian pemerintah, melainkan bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui Sapa Bansos ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung ikhtiar keluarga untuk semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Ia menegaskan, pembangunan Jawa Timur perlu ditopang kerja bersama yang mengedepankan integritas agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Dari sektor perlindungan sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,9598 miliar. Salah satu programnya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp5,76 miliar untuk 2.880 keluarga, dengan bantuan Rp2 juta per keluarga per tahun.

Selain itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp381,6 juta diberikan kepada 106 penerima, masing-masing Rp3,6 juta per tahun. Pemerintah juga mengalokasikan bantuan langsung tunai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp27 juta untuk 27 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp1 juta.

Dukungan turut diberikan melalui penyerahan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan mempermudah penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin para lansia mendapatkan perhatian dan pendampingan yang baik. Begitu pula saudara-saudara penyandang disabilitas, kita dukung agar semakin terbantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutur Khofifah.

Selain perlindungan sosial, Pemprov Jatim memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara sebesar Rp300 juta untuk 100 penerima. Bantuan KIP PPKS Jawara sebesar Rp15 juta juga dialokasikan bagi lima penerima. Masing-masing penerima kedua program tersebut memperoleh Rp3 juta per tahun.

Khofifah berharap bantuan tersebut dapat menjadi modal pengembangan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak penerima manfaat, termasuk dalam mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Semoga ini menjadi penguat bagi panjenengan semua. Dengan keberseiringan doa, putra-putri panjenengan sukses,” ungkapnya.

Dukungan usaha juga disalurkan melalui zakat produktif dari badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp50 juta untuk 100 penerima, masing-masing Rp500 ribu. Kegiatan tersebut turut mencakup bantuan usaha dan bedah rumah melalui Baznas serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Sosial Jawa Timur.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Menurut Khofifah, bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup.

Perhatian Pemprov Jatim juga diarahkan pada penguatan potensi desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, dialokasikan anggaran sebesar Rp603,2 juta untuk sejumlah program pemberdayaan.

Anggaran tersebut meliputi Program Desa Berdaya sebesar Rp200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa sebesar Rp268,2 juta untuk dua desa, serta pemberdayaan badan usaha milik desa (BUM Desa) sebesar Rp100 juta untuk satu desa.

“Setiap keluarga dan setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, bantuan yang diberikan perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai pendampingan agar manfaatnya terus tumbuh bagi penerima maupun lingkungan sekitarnya,” kata Khofifah.

Di bidang pembangunan desa, bantuan keuangan dialokasikan sebesar Rp9,75 miliar melalui sejumlah perangkat daerah. Rinciannya mencakup Rp75 juta untuk satu desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Rp4,575 miliar untuk 39 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Selanjutnya, bantuan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp4,3 miliar menjangkau 22 desa. Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengalokasikan Rp800 juta untuk tiga desa.

Dukungan infrastruktur juga diwujudkan melalui penyerahan 150 drum aspal dalam Program Pembinaan Jalan Kabupaten. Bantuan ini diharapkan menunjang pemeliharaan jalan sehingga mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik.

Pada sektor perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan menyerahkan 40 jaring ikan dan empat mesin kapal untuk mendukung kegiatan nelayan. Adapun sektor pertanian memperoleh bantuan tiga mesin pemipil jagung (corn sheller) dan 17 traktor tangan (hand tractor).

Sementara itu, lima etalase disalurkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM untuk mendukung kegiatan usaha penerima manfaat.

Berbagai bantuan tersebut diharapkan saling melengkapi dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat, mulai dari perlindungan kelompok rentan, pengembangan usaha, peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan, hingga perbaikan sarana penunjang perekonomian desa.

Pemprov Jatim juga memberikan perhatian kepada para pilar sosial yang berperan langsung dalam pelayanan masyarakat. Bantuan operasional dan tali asih senilai Rp476,2 juta dialokasikan bagi 246 penerima, meliputi sumber daya manusia (SDM) PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Khofifah mengapresiasi dedikasi para pendamping dan relawan yang selama ini membantu menjangkau masyarakat, mendampingi penerima manfaat, serta mendukung pelayanan sosial di lapangan.

BACA JUGA  Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun

“Terima kasih kepada para pendamping PKH Plus, TKSK, dan Tagana yang terus membersamai masyarakat. Pengabdian panjenengan semua sangat berarti, terutama untuk membantu warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut diserahkan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari Direktur Utama Bank Jatim kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, perangkat daerah, BUMD, Baznas, Bank Jatim, serta seluruh pilar sosial atas sinergi dalam mendukung program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur semakin memperkuat semangat gotong royong untuk memperluas manfaat pembangunan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan.

“Hari ini full rangkaian kegiatan Hari Jadi. Doakan Jatim aman, damai, masyarakat Jatim guyub rukun, bahagia sejahtera. Masyarakat Indonesia juga bahagia sejahtera. Al Fatihah,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah kegiatan Sapa Bansos dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Khofifah atas perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat Sumenep melalui berbagai program bantuan sosial dan pembangunan.

“Terima kasih Ibu Gubernur, karena Sumenep dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kehadiran Ibu ke Sumenep membawa oleh-oleh kebahagiaan bagi masyarakat. Ada bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengaspalan jalan, bakti sosial, bantuan sosial, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Imam menambahkan, karakteristik Sumenep sebagai kabupaten dengan banyak pulau membutuhkan dukungan pembangunan yang mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan, termasuk pulau-pulau terpencil.

Karena itu, ia berharap berbagai bantuan dari Pemprov Jatim dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumenep.

“Sumenep ini kaya pulau. Alhamdulillah, banyak bantuan yang Ibu berikan untuk masyarakat Sumenep, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan. Semoga ke depan bantuan ini bisa terus bermanfaat bagi masyarakat Sumenep yang tinggal di kepulauan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Novi Restu Widiani menyebut kegiatan Sapa Bansos di Sumenep menjadi salah satu kegiatan dengan antusiasme masyarakat tertinggi sepanjang 2026. Sekitar 500 penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Novi, partisipasi masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam menyambut peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang puncak rangkaiannya digelar di Pantai Slopeng, Sumenep.

“Ini adalah kegiatan Sapa Bansos termeriah yang terselenggara tahun ini. Bahkan, di Kabupaten Sumenep dihadiri 500 penerima manfaat. Ini menunjukkan suka cita masyarakat yang hadir untuk bersama-sama merayakan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur,” tutupnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Lia Istifhama Kunjungi Sanggar Mbah Guru, Terpukau Pesona Batik Alami Lamongan
Senator Lia Istifhama Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Angkat Kiprah Pembatik Lamongan
Dugaan Pelecehan Seksual di MTs Hasanuddin, Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penanganan Sesuai Hukum
Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan
Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Senator Lia Istifhama Kunjungi Sanggar Mbah Guru, Terpukau Pesona Batik Alami Lamongan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Senator Lia Istifhama Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Angkat Kiprah Pembatik Lamongan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:07 WIB

600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp