Puguh DPRD Jatim Soroti 38 Suspek Campak di Tulungagung, Desak Langkah Pencegahan

- Publisher

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS Puguh Wiji Pamungkas.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS Puguh Wiji Pamungkas.

Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas menyoroti meningkatnya kasus suspek campak di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Tulungagung.

Berdasarkan data Januari-Februari 2026, tercatat 38 kasus suspek campak di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, satu pasien telah terkonfirmasi positif.

Puguh menilai tren kenaikan kasus ini menjadi sinyal serius yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

“Kalau kita lihat, bukan hanya di Tulungagung, di beberapa daerah juga sempat terjadi kejadian luar biasa (KLB). Ini harus menjadi atensi serius bagi Pemprov Jatim, khususnya Dinas Kesehatan, agar kasus seperti ini tidak semakin banyak muncul di berbagai daerah,” ujar Puguh, Jumat (12/3/2026).

Menurutnya, data dari dinas kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menegaskan bahwa potensi penyebaran campak di Jawa Timur masih perlu diwaspadai.

Ia pun mendorong agar langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan dinas kesehatan kabupaten/kota. Selain itu, perlu dilakukan pemetaan wilayah berdasarkan tingkat risiko penularan.

“Pemetaan ini penting untuk mengetahui daerah dengan potensi penularan tinggi, sedang, maupun rendah. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari capaian angka imunisasi di wilayah tersebut,” jelasnya.

Puguh juga menekankan pentingnya percepatan program imunisasi campak-rubella secara masif dengan pendekatan jemput bola. Program tersebut dapat dilakukan melalui berbagai fasilitas kesehatan yang telah tersedia di masyarakat.

“Imunisasi harus dimasifkan melalui sekolah, posyandu, serta fasilitas kesehatan. Infrastruktur kesehatan yang sudah ada harus dimanfaatkan secara maksimal agar cakupan imunisasi meningkat,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta penguatan pengawasan dan deteksi dini melalui sistem surveilans di fasilitas kesehatan. Rumah sakit, puskesmas hingga fasilitas kesehatan lainnya diminta aktif memantau gejala awal seperti demam, ruam, batuk pilek hingga mata merah.

BACA JUGA  Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot

Menurutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur perlu mengeluarkan surat edaran agar seluruh fasilitas kesehatan melakukan pemantauan secara sistematis.

“Dengan adanya surveilans yang aktif, Dinas Kesehatan Provinsi bisa memiliki database yang kuat sehingga dapat melakukan respons cepat ketika ditemukan kasus,” imbuhnya.

Puguh juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai imunisasi, terutama kepada para orang tua agar tidak menunda pemberian vaksin kepada anak.

“Di tingkat desa sudah ada kader kesehatan, puskesmas pembantu hingga puskesmas. Semua itu bisa dilibatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi,” ujarnya.

Menjelang arus mudik Lebaran, ia mengingatkan mobilitas masyarakat yang meningkat berpotensi mempercepat penularan penyakit menular, termasuk campak.

“Momentum mudik ini harus menjadi perhatian bersama karena mobilitas dan interaksi masyarakat sangat tinggi. Ini berpotensi meningkatkan penularan penyakit, termasuk campak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Aris Setiawan, menyebut jumlah suspek campak pada awal 2026 meningkat cukup signifikan.

Berdasarkan data Januari-Februari 2026, terdapat 38 kasus suspek campak. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya tercatat 12 kasus.

“Awal tahun 2025 lalu ada 12 kasus suspek campak. Kemudian awal tahun 2026 naik menjadi 38 suspek campak,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan
Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
Lilik DPRD Ajak Warga Jadi Penjaga Demokrasi, Bukan Hanya Pemilih Saat Pemilu
Maraknya Curanmor Libatkan Anak, Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:20 WIB

Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:54 WIB

DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:03 WIB

Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Berita Terbaru