Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 29 Juni 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas menyambut positif wacana kenaikan gaji guru minimal Rp 5 juta per bulan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru merupakan isu lama yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.

Puguh mengatakan guru merupakan instrumen utama dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Karena itu, kesejahteraan guru harus menjadi perhatian serius dalam penyusunan anggaran negara.

“Saya pikir gagasan yang disampaikan salah satu anggota Komisi X DPR RI cukup bagus. Isu terkait kesejahteraan guru ini memang menjadi isu lama yang sampai hari ini masih menyisakan permasalahan yang cukup serius,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menilai kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Semakin kompeten dan sejahtera seorang guru, semakin besar pula peluang lahirnya generasi yang berkualitas dan mampu bersaing.

“Guru adalah salah satu instrumen dalam mencetak dan melahirkan generasi berkualitas. Semakin berkualitas guru, semakin kompeten guru, maka akan berbanding lurus dengan kualitas anak-anak bangsa yang mereka didik,” kata Puguh.

Puguh menyoroti masih rendahnya kesejahteraan guru honorer. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sekitar 74 persen guru honorer masih berpenghasilan di bawah Rp2 juta per bulan, bahkan sekitar 13 persen masih menerima penghasilan di bawah Rp500 ribu. Menurutnya, kondisi serupa juga masih banyak dijumpai di Jawa Timur, terutama guru-guru yang mengabdi di lembaga pendidikan swasta.

“Masih sangat banyak guru, khususnya di sekolah swasta, yang menerima gaji tidak memadai. Kondisi itu tentu tidak sebanding dengan pengabdian mereka dalam mendidik anak-anak bangsa,” tegasnya.

Karena itu, Puguh mendukung upaya mengawal alokasi anggaran kesejahteraan guru dalam APBN 2027, bahkan jika memungkinkan mulai diakomodasi pada APBN 2026. Ia juga menilai besaran gaji guru sebaiknya mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) agar lebih realistis dan sesuai kondisi di masing-masing daerah.

BACA JUGA  Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

“Saya sepakat apabila patokannya adalah UMP atau UMK. Itu merupakan ukuran yang relevan. Ketika guru memperoleh penghasilan yang layak, saya yakin kinerja mereka dalam mengawal pendidikan anak-anak bangsa juga akan semakin baik,” ujarnya.

Legislator asal Malang itu menambahkan, Jawa Timur masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kualitas pendidikan secara merata.

“Disparitas kualitas pendidikan di Jawa Timur masih cukup tinggi antara daerah perkotaan dan pedesaan. Karena itu, gagasan ini patut kita sambut positif. Semoga dapat terealisasi dan menjadi harapan baru bagi para guru agar semakin fokus dan bersemangat mencetak generasi bangsa yang berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp