Program Makan Bergizi Gratis Dikritik Mahasiswa, Ini Kata Rasiyo DPRD Jatim

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 15 Juni 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Rasiyo.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Rasiyo.

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Rasiyo menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, ia menilai pelaksanaannya masih memerlukan evaluasi, terutama pada aspek pengawasan dan sasaran penerima manfaat.

Menurut Rasiyo, cakupan program yang terlalu luas membuat efektivitas penggunaan anggaran perlu dikaji kembali. Terlebih, anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut tergolong sangat besar.

“Program ini sangat bagus. Hanya saja pelaksanaannya terlalu luas atau terlalu makro. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa harus didengar dan dipelajari kembali oleh Presiden Prabowo. Anggarannya sangat besar sehingga perlu dipastikan efektivitas dan ketepatan sasarannya,” ujar Rasiyo saat ditemui di Ruang Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim, Senin (15/6/2026).

Politikus Partai Demokrat itu mengusulkan agar penerima manfaat program diprioritaskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Rasiyo menyampaikan, di daerah perkotaan seperti Kota Surabaya masih terdapat sekolah-sekolah yang siswanya berasal dari keluarga mampu sehingga perlu dilakukan pemetaan yang lebih tepat.

“Pengurangan atau pembatasan sasaran bisa diarahkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, anggaran yang besar dapat dimanfaatkan lebih efektif,” katanya.

Selain itu, Rasiyo menyoroti lemahnya sistem pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Ia mengusulkan agar sekolah dilibatkan secara langsung dalam proses pengawasan sehingga distribusi makanan dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran.

“Unsur pengawasannya yang masih kurang. Sekolah sebaiknya dilibatkan karena kepala sekolah, guru, dan wali murid dapat ikut mengawasi. Dengan sistem seperti itu, penggunaan dana yang besar bisa dipantau dan hasilnya lebih terukur,” jelasnya.

Terkait aksi mahasiswa yang menyuarakan kritik terhadap program tersebut, Rasiyo menilai hal itu merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai pemerintah. Menurut dia, setiap masukan dari masyarakat perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan publik.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

“Kita negara demokrasi. Ketika masyarakat atau mahasiswa menyampaikan aspirasi, tentu harus didengar dan dievaluasi. Pemerintah perlu melihat apa yang menjadi persoalan di lapangan agar program yang baik ini dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp