Genap Satu Tahun Khofifah-Emil, LSM LIRA Jatim Bongkar Catatan Kritis : Dapur Rakyat Masih Sulit

- Publisher

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur LSM LIRA Jawa Timur Samsudin. (Foto: Istimewa)

Gubernur LSM LIRA Jawa Timur Samsudin. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mendapat sorotan dari LSM LIRA Jawa Timur. LIRA menilai masih ada sejumlah catatan penting yang perlu dievaluasi karena masyarakat membutuhkan dampak nyata, bukan sekadar seremoni.

Gubernur LIRA Jawa Timur Samsudin menyampaikan, dalam satu tahun kepemimpinan, belum terlihat perubahan struktural yang signifikan dalam tata kelola pemerintahan maupun dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Publik tidak membutuhkan presentasi capaian di atas kertas. Publik membutuhkan keterbukaan data yang bisa diawasi dan dirasakan dampaknya,” ujar Samsudin kepada wartawan Digitaljatim.com, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, transparansi anggaran tidak boleh berhenti pada laporan administratif maupun seremoni penghargaan. Samsudin juga menyoroti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih menemukan kelemahan pengendalian internal dan potensi kerugian negara dari periode sebelumnya.

“Jika temuan berulang tidak diselesaikan secara sistemik, maka risiko kebocoran anggaran akan terus terjadi,” tegasnya.

Samsudin menilai komitmen antikorupsi harus dibuktikan melalui langkah konkret, seperti audit investigatif, evaluasi pejabat bermasalah, hingga transparansi pengadaan secara real time.

“Antikorupsi bukan spanduk dan pidato. Harus ada audit investigatif, evaluasi pejabat bermasalah, dan transparansi real time pengadaan,” terangnya.

Ia juga menyoroti sejumlah sektor yang dinilai rawan, antara lain dana pendidikan, infrastruktur strategis, hibah dan bantuan sosial, serta pengadaan barang dan jasa bernilai besar tanpa langkah luar biasa (extraordinary action).

Samsudin mengungkapkan pihaknya juga menerima aspirasi masyarakat yang mengaku belum merasakan perubahan signifikan.

“Beberapa persoalan yang masih mengemuka antar lain harga kebutuhan pokok yang membebani daya beli, lapangan kerja yang belum tumbuh signifikan, ketimpangan antarwilayah, serta UMKM yang dinilai belum mendapat dampak optimal dari kebijakan daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Keluhan Warga Dupak soal Akses Listrik Terblokir, Lilik DPRD Jatim Minta Kepastian Aset JGU

“Program boleh banyak. Seremoni boleh megah. Tetapi jika dapur rakyat masih sulit, maka ada yang salah dalam prioritas kebijakan,” tambah Samsudin.

Memasuki tahun kedua, Samsudin mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan langkah pembuktian nyata.

“Beberapa tuntutan yang disampaikan di antaranya audit terbuka terhadap sektor dengan temuan BPK berulang, pengumuman hasil evaluasi pejabat terkait pengelolaan anggaran, hingga penyediaan dashboard APBD yang dapat diakses masyarakat secara real time,” tandasnya.

Selain itu, ia pun meminta evaluasi menyeluruh terhadap proyek strategis berisiko tinggi serta penetapan target terukur penurunan kemiskinan dan pengangguran yang diumumkan secara transparan.

“Jika pola administratif dan simbolik terus dipertahankan tanpa terobosan nyata, maka publik akan menilai kepemimpinan ini gagal melakukan reformasi mendasar,” tukas Samsudin.

Samsudin menegaskan kritik tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat Jawa Timur.

“Tahun kedua harus menjadi tahun keberanian membersihkan sistem, bukan sekadar pengulangan agenda seremonial. Rakyat butuh bukti, bukan retorika,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WTP ke-11 Jatim Jadi Catatan Positif, Agus Cah DPRD Dorong Anggaran Lebih Efektif
Keluhan Warga Dupak soal Akses Listrik Terblokir, Lilik DPRD Jatim Minta Kepastian Aset JGU
Ketua DPRD Jatim Sebut WTP ke-11 Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Raperda Disabilitas Jatim Disiapkan, Atur Kuota Kerja hingga Komisi Disabilitas Daerah
Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Perbaikan Program MBG, Ini Harapan Tidar Mojokerto
Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Kejagung, Ketua Tidar Mojokerto Sebut Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi
Evaluasi Haji 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Pembenahan Mina dan Apresiasi Petugas
Peringati HUT Ke-733 Surabaya, Lilik DPRD Jatim Soroti Pentingnya Pemerataan Infrastruktur di Wilayah Pinggiran

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:13 WIB

WTP ke-11 Jatim Jadi Catatan Positif, Agus Cah DPRD Dorong Anggaran Lebih Efektif

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:06 WIB

Keluhan Warga Dupak soal Akses Listrik Terblokir, Lilik DPRD Jatim Minta Kepastian Aset JGU

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:19 WIB

Raperda Disabilitas Jatim Disiapkan, Atur Kuota Kerja hingga Komisi Disabilitas Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:26 WIB

Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Perbaikan Program MBG, Ini Harapan Tidar Mojokerto

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:48 WIB

Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Kejagung, Ketua Tidar Mojokerto Sebut Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi

Berita Terbaru

CGV Mojokerto yang berada di Sunrise Mall lantai 2, Jalan Benteng Pancasila Nomor 9, Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Citizen Reporter

Belajar Bijak Bermedia lewat Film

Selasa, 9 Jun 2026 - 20:38 WIB