Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Jatim Jadi Barometer Pendidikan Nasional

- Reporter

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen memperkuat posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional melalui pembangunan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata.

Hal tersebut menjadi pesan yang ditekankan Gubernur Khofifah dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026  di Surabaya, Sabtu (2/5/2026).

Tekad mewujudkan Jatim sebagai barometer pendidikan nasional sejalan dengan tema Hardiknas yang diangkat secara nasional yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang juga dipadukan dengan tema Provinsi Jawa Timur “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing”.

Kolerasi kedua tema ini menjadi kunci dalam memperkuat peran Jawa Timur sebagai pusat lahirnya talenta unggul berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur,” tegas Khofifah.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikannya. Semua harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama hingga pendidikan menengah,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif menyisir anak-anak yang belum bersekolah agar dapat kembali mengakses pendidikan tanpa beban, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Jatim terus memperkuat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, nyaman, dan inspiratif. Sekolah didorong menjadi ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Selain itu, pembangunan karakter menjadi fokus utama melalui gerakan budaya integritas yang telah dimulai di 38 sekolah di 38 kabupaten/kota dan akan diperluas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ditanamkan sebagai fondasi dalam membentuk sumber daya manusia unggul.

BACA JUGA  Ning Lia Istifhama Soroti Pentingnya Kredit Inklusif, Apresiasi Bank Mandiri Regional VIII

Dalam mendukung pendidikan berdampak, Jawa Timur juga menerapkan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah selama proses pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi sosial, serta membangun budaya diskusi aktif di dalam kelas.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat literasi membaca dan kemampuan berpikir kritis siswa, sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kualitas proses pembelajaran.

Di sisi lain, pendidikan di Jawa Timur juga berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik melalui gerakan sekolah ramah lingkungan. Siswa dibiasakan menggunakan perlengkapan ramah lingkungan guna membentuk budaya peduli lingkungan sejak dini.

Berbagai program inovatif terus dikembangkan, di antaranya SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang telah diterapkan di 146 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, EJIES yang melahirkan ribuan inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, program Double Track SMA untuk kewirausahaan, serta PROTEG yang mendukung kemandirian ekonomi guru honorer.

Capaian tersebut turut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat talenta berprestasi yang konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk dominasi dalam berbagai ajang kompetisi akademik dan kejuruan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan berdampak tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

“Pendidikan berdampak berarti memastikan siswa fokus belajar, berkarakter kuat, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan. Pembatasan gadget, penguatan literasi, hingga gerakan lingkungan adalah bagian dari upaya besar tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jawa Timur juga kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi Negeri, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.

BACA JUGA  KTT ASEAN ke-48 Digelar di Cebu, Presiden Prabowo Bawa Misi Penguatan Stabilitas Kawasan

“Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Timur adalah barometer pendidikan dan prestasi. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan capaian akademik maupun non-akademik,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pemetaan yang dilakukan oleh sekolah dan guru dalam memberikan gambaran peluang serta tingkat keketatan program studi bagi siswa.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan arah yang jelas bagi siswa dalam menentukan pilihan, sehingga peluang diterima semakin besar,” jelasnya.

Selain itu, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP. Dari 40.213 pendaftar, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan diterima.

Di bidang kejuruan, Jawa Timur juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.

“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, bahwa kecerdasan harus berdampak nyata,” tegas Khofifah.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing global.

Melalui sinergi tema Hardiknas 2026 dan “Jatim Cerdas”, Jawa Timur optimis akan terus menjadi barometer pendidikan nasional sekaligus kontributor utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Pemecatan Guru Makin Sorot Publik, Senator Lia Istifhama: Marwah Pendidik Harus Dijaga
Bikin Haru, Mahasiswa KIP Polteksi Beri Buket Mawar untuk Ning Lia
Senator Lia Istifhama Dorong Mahasiswa Polteksi Jadi Jembatan Kemajuan Industri Lewat Beasiswa KIP
DPD RI Lia Istifhama Puji Polteksi, Dinilai Mampu Cetak Talenta Unggul Era 5.0
Dua Siswa SMP di Bojonegoro Sulap Limbah Bonggol Pisang Jadi Kandidat Antikanker Alami
Upacara Hardiknas 2026 di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu dan Siswa Pidato 5 Bahasa
Puguh DPRD Jatim Minta Pendidikan Karakter Diperkuat Cegah Pelecehan Seksual
Akses Belum Merata, Puguh DPRD Jatim Sebut Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Hardiknas 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:56 WIB

Polemik Pemecatan Guru Makin Sorot Publik, Senator Lia Istifhama: Marwah Pendidik Harus Dijaga

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:06 WIB

Bikin Haru, Mahasiswa KIP Polteksi Beri Buket Mawar untuk Ning Lia

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:14 WIB

Senator Lia Istifhama Dorong Mahasiswa Polteksi Jadi Jembatan Kemajuan Industri Lewat Beasiswa KIP

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:06 WIB

DPD RI Lia Istifhama Puji Polteksi, Dinilai Mampu Cetak Talenta Unggul Era 5.0

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:08 WIB

Dua Siswa SMP di Bojonegoro Sulap Limbah Bonggol Pisang Jadi Kandidat Antikanker Alami

Berita Terbaru

Pemerintahan & Kebijakan

230 Calon Kades Digembleng di Pendopo Delta Wibawa, Ini Pesan Bupati Subandi

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:42 WIB