Pemutihan PKB Diserbu Ojol Kota Malang, Gubernur Khofifah Bagikan Sembako dan Bendera Merah Putih

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama 300 pengemudi ojol mengikuti sosialisasi program di Kantor UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (P2D) Kota Malang. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama 300 pengemudi ojol mengikuti sosialisasi program di Kantor UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (P2D) Kota Malang. (Dok. Humas Pemprov)

Malang – Program pembebasan pokok tunggakan dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur disambut antusias ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Malang. Kebijakan yang menjadi bagian dari peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI itu dinilai mampu meringankan beban ekonomi para driver.

Sebanyak 300 pengemudi ojol mengikuti sosialisasi program di Kantor UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (P2D) Kota Malang, Kamis (6/8/2026). Selain memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembebasan tunggakan dan denda PKB yang berlangsung pada 1-31 Agustus 2026, para peserta juga menerima bendera Merah Putih serta paket sembako.

Kegiatan ini menjadi sosialisasi kedua yang digelar Pemprov Jatim setelah sebelumnya dilaksanakan di Surabaya. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat, khususnya pengemudi ojol, memahami dan memanfaatkan program pemutihan pajak secara maksimal.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kebijakan tersebut merupakan hadiah bagi masyarakat dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu meringankan beban ekonomi warga.

“Pengemudi ojek online memiliki kontribusi penting sebagai penggerak ekonomi sekaligus pendukung layanan transportasi masyarakat. Karena itu, kami ingin kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur benar-benar memberikan kemudahan dan perlindungan ekonomi bagi para pengemudi ojek online,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, pada program pembebasan pajak daerah tahun 2026, Pemprov Jatim memberikan sejumlah insentif, di antaranya pembebasan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pembebasan PKB progresif.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan pengurangan tunggakan PKB sebesar 20 persen bagi kendaraan roda dua milik wajib pajak yang berprofesi sebagai buruh. Sementara pembebasan pokok tunggakan PKB diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemilik kendaraan roda tiga, serta para pengemudi ojek online.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Bangga Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

“Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga tetap memberikan keringanan dasar pengenaan PKB dan BBNKB sehingga pembayaran PKB maupun BBNKB pada tahun 2026 tidak mengalami kenaikan,” katanya.

Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak menunda memanfaatkan program tersebut hingga mendekati batas akhir pelaksanaan.

“Manfaatkan program ini sebaik-baiknya. Pastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi dan lakukan pembayaran melalui kanal pelayanan resmi yang telah disediakan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Jasa Raharja, pembagian 300 bendera Merah Putih, serta 300 paket nasi kotak, makanan ringan, dan air mineral.

Koordinator Gaspol Malang Raya, Elok Yudha Lestari, mengatakan program pemutihan pajak sangat membantu para pengemudi ojol yang pendapatannya menurun akibat berkurangnya jumlah penumpang.

“Ini sangat menguntungkan bagi para driver. Banyak yang terlambat membayar pajak karena lebih mengutamakan kebutuhan sehari-hari. Saya sendiri menunggak dua tahun, jadi program ini sangat membantu, terutama bagi driver perempuan,” ujarnya.

Elok berharap Pemprov Jatim terus menghadirkan program yang berpihak kepada pengemudi ojol.

“Semoga ke depan ada program lain seperti bantuan sembako, subsidi BBM, maupun keringanan pajak karena semuanya sangat membantu perekonomian driver,” katanya.

Senada, perwakilan ojol Jawa Timur, Yuniawati, menyebut program pembebasan denda dan pokok tunggakan pajak yang telah memasuki tahun ketujuh itu memberikan manfaat nyata bagi para pengemudi.

“Dalam situasi ekonomi seperti sekarang, program ini sangat membantu ojol dan masyarakat Jawa Timur. Kebijakan yang diinisiasi Pemprov Jatim ini mampu meringankan beban sekaligus mendukung roda perekonomian,” ungkapnya.

Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan karena kendaraan merupakan aset utama yang digunakan para pengemudi untuk mencari nafkah.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Sementara itu, salah seorang pengemudi ojol, Arif, mengaku bersyukur atas adanya program pembebasan pokok tunggakan dan denda PKB. Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi para driver.

“Saya berharap program seperti ini terus berlanjut setiap tahun karena benar-benar mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya pengemudi ojol. Bagi teman-teman yang belum memanfaatkan program pemutihan pajak, segera datang karena prosesnya mudah dan cepat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp