Nasih Aschal: Pengembangan Dapil Harus Perhatikan Geografis hingga Alokasi Kursi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur Mochamad Nasih Aschal. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur Mochamad Nasih Aschal. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Wacana pengembangan atau pemekaran daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2029 mendapat perhatian dari Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur Mochamad Nasih Aschal. Menurutnya, rencana tersebut tidak bisa diputuskan secara terburu-buru dan harus didasarkan pada kajian serta analisis yang komprehensif.

Nasih menegaskan, pihaknya tidak menolak jika nantinya pemekaran dapil dinilai memang diperlukan. Namun, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari geografis, efektivitas penyelenggaraan pemilu, hingga kemampuan anggaran negara.

“Sepanjang itu didasarkan pada kajian dan analisis yang matang, tentu kami mendukung. Aspek geografis juga harus dipikirkan, termasuk efisiensi dan efektivitasnya. Bisa jadi di daerah tertentu pengembangan dapil memang diperlukan,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi setiap wilayah tidak bisa disamaratakan. Karena itu, Kata Nasih, pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu melihat kondisi riil di lapangan sebelum mengambil keputusan.

Ia mencontohkan wilayah Madura yang terdiri atas empat kabupaten. Selama ini, seluruh calon legislatif dari dapil Madura melakukan kampanye di empat daerah tersebut.

“Sudah ada acuannya. Kemungkinan karena jumlah penduduk Madura tidak sepadat Surabaya atau Sidoarjo, sehingga setiap caleg memiliki ruang kampanye di empat kabupaten yang ada,” jelasnya, Senin (15/6/2026).

Legislator asal Madura itu kembali mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik harus melalui proses kajian yang mendalam dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Jika pemekaran dapil benar-benar diterapkan pada Pemilu 2029, maka keputusan tersebut diyakini telah melalui pertimbangan yang panjang.

Menurut dia, sejumlah aspek perlu menjadi bahan evaluasi, seperti kebutuhan anggaran, kondisi geografis masing-masing wilayah, hingga tingkat efektivitas dan efisiensi pemecahan dapil.

Selain itu, dampak sosial dan politik juga harus diperhitungkan. Misalnya, apabila Madura dipecah menjadi dua dapil, perlu dikaji apakah jumlah kursi legislatif tetap atau mengalami perubahan.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

“Ada faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan. Ketika Madura dipecah menjadi dua dapil, apakah alokasi kursinya masih sama. Ini juga berkaitan dengan dampak sosial dan bagaimana menjaga kondusivitas masyarakat,” tegas Lora Nasih.

Karena itu, Nasih menilai masih banyak aspek yang harus didalami sebelum keputusan diambil. Namun, apabila hasil kajian menyimpulkan bahwa pemekaran dapil memang diperlukan, Fraksi NasDem siap memberikan dukungan.

“Kalau hasil kajian memang memutuskan perlu ada pemecahan dapil, tentu kami mendukung. Harapannya, saya tetap bisa terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Madura,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp