Surabaya – Alunan musik jazz dari talenta-talenta muda menggema hangat di Sky Lounge lantai 7 Aston Inn Jemursari, Kamis (30/4/2026) malam. Suasana santai namun berkelas terasa, saat para penikmat musik larut menikmati penampilan yang disuguhkan Komunitas Sidoarjo Jazz.
Tak hanya menghadirkan musisi lokal, acara ini juga melibatkan komunitas lain seperti Buka Titik Jazz dan Jazz in Gresik. Kolaborasi ini menjadi ruang temu antar pencinta jazz di Jawa Timur.
Ketua Sidoarjo Jazz Singgih Widarno mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal memperluas jangkauan musik jazz agar lebih diterima masyarakat luas, terutama Jawa Timur.
“Pencinta jazz ini memang masih terbatas. Maka kami coba kenalkan dengan pendekatan budaya, supaya masyarakat umum juga bisa menikmati,” ujarnya.
Menurutnya, dalam dua hingga tiga bulan ke depan, pihaknya berencana menggelar event besar yang melibatkan seluruh komunitas jazz di Jawa Timur. Lokasi yang dipilih pun tak biasa yaitu kawasan Bromo.
“Rencananya sekitar bulan Juli. Kenapa di Bromo? Karena kami ingin menggabungkan kesenian daerah dengan musik jazz. Jadi, ada peleburan budaya lokal dengan jazz,” jelas Singgih.
Singgih mengakui, tantangan terbesar saat ini adalah minimnya penikmat jazz. Selain itu, kata dia, dukungan dari pemerintah daerah dinilai masih kurang, terutama dalam hal penyediaan venue dan fasilitasi kegiatan.
“Terus terang, di daerah kami sendiri (Sidoarjo,red) hampir tidak tersentuh. Makanya kami justru menggelar kegiatan di Surabaya. Harapannya pemerintah daerah bisa lebih aktif mendukung, bukan hanya jazz tapi semua pelaku seni,” tegasnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, para pelaku seni juga merasakan dampak signifikan. Job hiburan mulai berkurang seiring menurunnya jumlah pengunjung.
“Sekarang mulai terasa seperti masa pandemi dulu. Job sepi, otomatis kami juga terdampak. Perlu ada kepastian dan perhatian dari pemerintah daerah (Pemda),” ungkap Singgih.
Singgih berharap para pelaku seni tetap bertahan dan terus berkarya di tengah berbagai keterbatasan.
“Yang penting tetap semangat, jangan menyerah, dan tetap guyup,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekrafbudpora Gresik, Khurin In Noviarani mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, event seperti ini mampu mendorong kreativitas anak muda sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya sub sektor musik.
“Kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan antusiasme anak muda terhadap jazz. Kami juga akan membantu mempromosikan potensi musik di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











