Lia Istifhama Dukung Gerakan ASRI : Sampah Harus Selesai dari Desa

- Publisher

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai arah baru pembenahan lingkungan nasional.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai program tersebut menjadi momentum penting untuk menghadirkan tata kelola kebersihan yang lebih sistematis dan berkelanjutan, mulai dari desa hingga ibu kota.

“Program ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan sistem kebersihan yang terstruktur dan menyentuh seluruh lapisan wilayah,” ujar Ning Lia, dikutip lensajatim, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, Gerakan ASRI bukan sekadar menghadirkan perubahan visual, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor dengan langkah cepat dan terukur.

“Kita harus fokus pada kebersihan lingkungan di setiap tingkatan wilayah. Ini strategi konkret agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat dalam waktu relatif singkat,” tegasnya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menambahkan, pembenahan harus dimulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga ibu kota provinsi dan negara sebagai simbol keseriusan membangun budaya hidup bersih dan sehat.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini langkah nyata yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat,” imbuh Ning Lia.

Dalam pelaksanaannya, Ning Lia menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Ia pun menekankan pentingnya sistem pengolahan sampah yang modern, efektif, dan ramah lingkungan.

Menurutnya, sejumlah lembaga pendidikan telah mengembangkan teknologi daur ulang serta alat pemusnah sampah berskala kecil yang tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

“Teknologi ini tidak merusak lingkungan, tidak menimbulkan bau, dan bisa dioperasikan di tingkat kelurahan maupun kecamatan,” katanya.

BACA JUGA  Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Dengan hadirnya alat pengolahan sampah di tingkat wilayah paling bawah, ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) diharapkan dapat ditekan.

“Sampah bisa diselesaikan lebih cepat, lebih dekat, dan lebih efisien dari sumbernya,” ujarnya.

Ning Lia menjelaskan, Gerakan ASRI yang berjalan seiring dengan strategi Indonesia Incorporated diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan transformasi lingkungan yang berkelanjutan.

“Konsep ini menempatkan kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan sebagai fondasi pembangunan nasional,” jelasnya.

Ia optimistis langkah tersebut mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada kualitas lingkungan hidup sebagai penopang masa depan bangsa.

“Program ini ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat agar perubahan nyata bisa segera dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan
Puguh DPRD Jatim: Jangan Sampai Trans Jatim Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
Lilik DPRD Ajak Warga Jadi Penjaga Demokrasi, Bukan Hanya Pemilih Saat Pemilu
Maraknya Curanmor Libatkan Anak, Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:20 WIB

Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:54 WIB

DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:03 WIB

Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Berita Terbaru