Korban Pengeroyokan Siswa SMA di Jember Diduga Diintimidasi, MAKI Siapkan Tim Hukum

- Publisher

Rabu, 15 April 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Wilayah MAKI Jawa Timur Heru Satriyo (kanan) dan Bupati Jember Gus Muhammad Fawait (Tengah) bersama ayah korban (kiri) di Pendopo Bupati Jember. (Foto: Istimewa)

Koordinator Wilayah MAKI Jawa Timur Heru Satriyo (kanan) dan Bupati Jember Gus Muhammad Fawait (Tengah) bersama ayah korban (kiri) di Pendopo Bupati Jember. (Foto: Istimewa)

Jember – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur mendorong keluarga korban pengeroyokan berinisial F (15), siswa salah satu SMA swasta di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember untuk menempuh jalur hukum atas kasus yang menimpanya.

Koordinator Wilayah (Korwil) MAKI Jawa Timur Heru Satriyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim penasihat hukum guna mendampingi keluarga korban. Ia juga meminta agar perkara tersebut tidak diselesaikan melalui mediasi maupun ganti rugi.

“Kami tetap mendorong proses hukum terhadap para pelaku. Tidak ada mediasi atau ganti rugi. Kami sudah menyiapkan tim penasihat hukum untuk keluarga korban,” ujar Heru, Rabu (15/4/2026).

Heru juga mengecam dugaan intimidasi terhadap korban dan keluarganya. Ia menyebut adanya upaya menakut-nakuti agar kasus tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Dalam waktu dekat, MAKI Jatim berencana berkoordinasi dengan pihak kepolisian, termasuk mendatangi Polsek Jombang Jember guna menanyakan perkembangan penanganan kasus pengeroyokan yang diduga melibatkan sembilan pelaku.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polda Jatim, khususnya Propam, untuk memberikan asistensi dalam penanganan perkara tersebut.

“Ini adalah aksi bullying yang nyata dan masih terjadi secara masif. Kami ingin penanganannya tidak melenceng,” tegas Heru.

Sebelumnya, F (15), warga Kecamatan Kencong diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar sembilan remaja pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di area persawahan Bulakan Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang.

Ayah korban, Paiman, mengatakan anaknya dijemput sekelompok pemuda menggunakan sepeda motor dan dibawa ke lokasi sepi. Setibanya di lokasi, korban diduga dipukul, ditendang, hingga kepalanya diinjak.

“Dikeroyok sekitar sembilan anak. Satu di antaranya teman SMP, delapan lainnya tidak dikenal,” ujarnya.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga diduga dipaksa melepas pakaian hingga hanya mengenakan celana dalam dan disuruh berendam di parit. Aksi tersebut direkam dan videonya beredar di media sosial, termasuk di grup sekolah korban.

BACA JUGA  Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis

“Setelah kejadian, dia pulang berjalan kaki sekitar tiga kilometer,” imbuh Paiman.

Keluarga korban mengaku sempat didorong untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Namun hingga kini, kesepakatan kompensasi yang dijanjikan belum terealisasi, meski laporan disebut telah dicabut. Sementara itu, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Tegaskan Sensus Ekonomi Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah yang Tepat Sasaran
Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI AD di Madura, Percepat Pemerataan Pembangunan
8.000 Massa Forkom MBG Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Wabup Mimik Siap Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat
Diskominfo Bangkalan Apresiasi Kiprah LensaJatim.id, Harap Tetap Profesional dan Kredibel
LensaJatim.id Rayakan Hari Jadi ke-6, Santuni Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama
Menko AHY Cek Langsung Proyek Gedung Ponpes Al Khoziny, Masjid 4 Lantai dan Asrama 850 Santri
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Hadiri Rakernas Lajnah Wathanah JATMAN, Perempuan Tarekat Jadi Garda Ketahanan Keluarga
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Sosial Keagamaan Lewat Munas-Konbes NU 2026 di Ploso

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:53 WIB

Wagub Emil Tegaskan Sensus Ekonomi Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah yang Tepat Sasaran

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:36 WIB

Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Buka Karya Bakti TNI AD di Madura, Percepat Pemerataan Pembangunan

Senin, 29 Juni 2026 - 13:19 WIB

8.000 Massa Forkom MBG Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Wabup Mimik Siap Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:33 WIB

Diskominfo Bangkalan Apresiasi Kiprah LensaJatim.id, Harap Tetap Profesional dan Kredibel

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:25 WIB

LensaJatim.id Rayakan Hari Jadi ke-6, Santuni Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru