Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Hadiri Rakernas Lajnah Wathanah JATMAN, Perempuan Tarekat Jadi Garda Ketahanan Keluarga

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 22 Juni 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Idarah Aliyah Lajnah Wathanah JATMAN (Jamaah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah) di Pondok Pesantren Al Islahiyyah Mayan, Mojo, Kabupaten Kediri. (Foto: Adpim for DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Idarah Aliyah Lajnah Wathanah JATMAN (Jamaah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah) di Pondok Pesantren Al Islahiyyah Mayan, Mojo, Kabupaten Kediri. (Foto: Adpim for DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Idarah Aliyah Lajnah Wathanah JATMAN (Jamaah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah) di Pondok Pesantren Al Islahiyyah Mayan, Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026).

Rakernas yang berlangsung pada 20-21 Juni 2026 tersebut mengangkat tema “Memperkokoh Peran Perempuan Tarekat dalam Membangun Keluarga dan Bangsa.” Acara turut dihadiri Mudir ’Ali JATMAN Ali Masykur Musa, Pengasuh Ponpes Al Islahiyyah KH Nadjib Zamzami, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa perempuan tarekat memiliki peran strategis sebagai ujung tombak ketahanan keluarga, penguatan moral masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai problematika sosial yang berkembang saat ini, termasuk maraknya praktik pinjaman online (pinjol) yang menjerat masyarakat.

“Perempuan tarekat tidak hanya berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang tangguh secara spiritual, sosial, dan ekonomi,” ujar Khofifah dalam keterangannya,Senin (22/6/2026).

Gubernur Khofifah menilai forum yang dihadiri para mursyid tarekat dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

“Ini adalah kombinasi yang akan menguatkan bagaimana penghantaran fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannaar. Betapa sebetulnya d iantara seluruh murysid tarekat, mungkin imam manaqib dan seluruh jamaahnya, ini menjadi bagian yang sangat penting membangun keseimbangan duniawi ukhrawi,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, keseimbangan tersebut perlu diwujudkan melalui dakwah yang tidak berhenti pada penyampaian nilai-nilai keagamaan semata, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat tiga dimensi dakwah secara bersamaan, yakni dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dan dakwah bil maal.

 

“Ini menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa memberikan penguatan bagaimana dakwah bil lisan, diikuti oleh dakwah bil hal dan dikuatkan lagi dengan dakwah bil maal,” terangnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengatakan perempuan tarekat memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga, penjaga nilai-nilai moral, sekaligus penguat ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat dan bangsa yang tangguh.

BACA JUGA  Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Di tengah berbagai tantangan sosial saat ini, mulai dari persoalan pengasuhan anak, kesehatan mental, penyalahgunaan teknologi digital, hingga maraknya pinjaman online ilegal, peran perempuan menjadi semakin penting dalam menghadirkan ketenangan, pendampingan, dan penguatan spiritual di lingkungan keluarga.

“Hari ini starting point kita, para bunda solihah yang tergabung dalam wathanah, semuanya menurut saya bagian sangat penting untuk saling memberikan penguatan. Kalau tidak, jamaah panjenengan tidak bisa dipungkiri potensial terjebak pada rentenir, dan harus diwaspadai pinjol ilegal,” ungkapnya.

Khofifah mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, termasuk dampak psikologis akibat jeratan pinjaman online ilegal.

Ia menuturkan, berdasarkan hasil kunjungannya ke Rumah Sakit (RS) Menur Surabaya, masih ditemukan pasien yang mengalami gangguan psikososial akibat tekanan ekonomi karena tidak mampu melunasi pinjaman online, dengan mayoritas merupakan kalangan muda, termasuk perempuan.

“Ada RS Menur yang dikelola Pemprov Jatim, kemarin malam saya ke sana, saya mendapat update bagaimana kamar-kamar bagi pasien yang kemudian secara psikososial itu bermasalah karena mereka tidak bisa bayar pinjol. Itu rata-rata anak muda dan kecenderungannya perempuan,” bebernya.

Selain penguatan ekonomi, Khofifah juga mengajak seluruh keluarga untuk membangun family resilience atau ketahanan keluarga melalui komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak.

Menurutnya, banyak persoalan psikologis yang tidak tampak secara kasat mata sehingga sering luput dari perhatian keluarga. Karena itu, kehadiran orang tua menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan mental anak-anak.

“Ini bagian penting menjaga sehat lahir sehat batin. Banyak persoalan yang sakit batinnya, karena tidak tampak maka dianggap baik-baik saja. Itulah pentingnya keluarga untuk meneduhkan hati jiwa kehidupan anak-anak. Kalau bapaknya sibuk tidak sempat bersapa dari hati ke hati, maka Ibu nya memang harus menyiapkan waktu untuk bersapa dari hati ke hati,” katanya.

Tak hanya itu saja, Khofifah juga mengajak jajaran Wathanah JATMAN untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, organisasi keagamaan yang memiliki kemandirian ekonomi akan mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Bangga Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

“Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus terus kita ikhtiarkan. Dakwah akan semakin kuat apabila dibarengi dengan kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.

Di akhir, Khofifah berharap Wathanah JATMAN terus memperkuat kontribusi dalam membangun keluarga Indonesia melalui penguatan spiritualitas, pendidikan karakter, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan ekonomi umat.

“Dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah, Wathanah JATMAN memiliki potensi besar untuk memperkuat edukasi keluarga, pembinaan moral, penguatan spiritualitas, serta pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

“Semoga ke depan, pengabdian wathanah JATMAN melalui berbagai programnya bisa memberikan manfaat nyata bagi umat,” imbuh Khofifah.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi atas konsistensi Wathanah JATMAN dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan keagamaan.

Menteri PPPA menekankan, perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sehingga sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan perlu terus diperkuat.

“Perempuan dan anak punya peran penting, artinya perannya sangat strategis menuju Indonesia Emas 2045. Maka Rakernas ini merupakan wasilah memperkuat nilai keislaman dan ketahanan keluarga,” kata Arifah.

“Oleh karena itu, saya berharap Lajnah Wathanah JATMAN ini menjadi mitra strategis bagaimana kita berkolaborasi bersinergi, bekerja sama menguatkan perempuan diseluruh Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mudir ‘Ali JATMAN Ali Masykur Musa menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Jawa Timur dan Menteri PPPA menjadi penyemangat bagi seluruh peserta Rakernas untuk terus memperkuat khidmah organisasi melalui dakwah dan pembinaan spiritual.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat amaliah ruhaniyah melalui dzikir, istighasah, dan manaqib sebagai fondasi membangun pribadi yang berakhlak mulia dan masyarakat yang berkeadaban.

“Idarah aliyah rakernas ini sungguh luar biasa sukses karena bisa mendatangkan Menteri dan Ibu Gubernur. Ini semua kami yakini karena munajat. Ladzatul munajat. Lezatnya munajat di tengah malam supaya hidupnya dicahayakan oleh Allah, dzikrullah fi kulli hayah wa nafs,” ucap Ali.

“Perempuan adalah tiangnya agama, tiangnya negara. Maka jangan lupa dzikir yang kuat, istighosah dan manaqib yang kuat. Itulah amalan ruhaniyah yang bisa menjadikan kita ma’rifatullah. Carilah olehmu wasilah, carilah mursyid, carilah thoriqoh, supaya dimudahkan masuk surga,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp