Komisi E DPRD Jatim Godok Raperda Disabilitas, Dokter Benjamin Minta Tak Sekadar Formalitas

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 9 April 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. dr. Benjamin Kristianto. (Foto: Syaiful/Digitaljatim)

Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. dr. Benjamin Kristianto. (Foto: Syaiful/Digitaljatim)

Editor: Yoyok

Surabaya – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pelayanan dan perlindungan penyandang disabilitas. Penyusunan Raperda ini turut menyerap masukan dari berbagai organisasi yang tergabung dalam koalisi Disabilitas Jawa Timur.

Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. dr. Benjamin Kristianto menegaskan Raperda tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata. Ia meminta aturan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh penyandang disabilitas di lapangan.

“Perda ini tidak hanya di atas kertas, tapi harus memberikan dampak nyata. Selama ini praktik di lapangan masih kerap terjadi perlakuan yang tidak setara terhadap teman-teman disabilitas,” ujar Dokter Benjamin saat ditemui awak media di DPRD Jatim, Kamis (9/4/2026).

Dokter Benjamin menyoroti kewajiban pemerintah maupun sektor swasta untuk mempekerjakan penyandang disabilitas minimal 2 persen dari total karyawan.

“Ketentuan tersebut harus diawasi secara serius agar tidak sekadar menjadi aturan tanpa implementasi,” jelas dia.

Ia pun mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) atau komisi disabilitas sebagai pengawas. Lembaga ini diharapkan mampu memastikan kepatuhan instansi dan perusahaan dalam memberikan kesempatan kerja serta fasilitas yang layak.

“Satgas atau komisi disabilitas ini nantinya bertugas mengawasi langsung. Jika masih ada praktik diskriminatif, bisa segera ditindak,” tegas dr. Benjamin.

Ia juga mengingatkan bahwa disabilitas bukanlah pilihan, melainkan kondisi yang bisa dialami siapa saja. Selain faktor bawaan lahir atau kecelakaan, risiko disabilitas juga dapat muncul akibat penyakit, seperti autoimun.

“Orang yang awalnya sehat bisa tiba-tiba mengalami kondisi yang menyebabkan disabilitas. Ini yang harus kita sadari bersama,” terang Politisi Partai Gerindra itu.

dr. Benjamin menekankan pentingnya membangun empati dan kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Menurutnya, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

“Pada dasarnya, menjaga dan menyejahterakan mereka adalah kewajiban kita bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dr. Benjamin mengungkapkan raperda ini nantinya akan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, hingga Dinas Perhubungan.

“Melalui regulasi ini, diharapkan Jawa Timur menjadi wilayah yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp