Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meninjau proyek betonisasi Jalan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (30/9/2026). Ia pun menyoroti peninggian jalan yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi warga.
Mimik mengatakan, sejumlah rumah warga berada lebih rendah dibandingkan posisi jalan yang sedang ditingkatkan. Ia khawatir perbedaan ketinggian tersebut dapat menyebabkan air masuk ke rumah saat hujan.
“Saya tidak tahu perencanaannya kemarin seperti apa, kok bisa peninggian jalan ini 40-60 cm. Sedangkan rumah warga di sebelah kanan lebih rendah. Ini akan menjadi permasalahan baru. Kalau hujan kemudian air masuk rumah, nanti kita kena protes dari masyarakat,” kata Mimik.
Mimik meminta kontraktor menyiapkan solusi terhadap perbedaan ketinggian antara badan jalan dan rumah warga.
“Pengerjaan proyek tidak hanya mengejar peningkatan badan jalan, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Mimik juga menyoroti sistem drainase di sekitar lokasi proyek. Dia menemukan pemasangan box culvert yang dinilai belum sesuai dan meminta agar segera diperbaiki.
“Persoalan aliran air juga terlihat pada pekerjaan pendukung proyek. Saya menemukan pemasangan box culvert belum sesuai dan meminta agar diperbaiki,” ujarnya.
Selain itu, posisi tiang listrik di sekitar saluran juga diminta diperhatikan agar tidak menghambat aliran air. Mimik mengatakan sungai di sekitar lokasi juga diminta dinormalisasi untuk mendukung sistem pembuangan air.
“Kami juga meminta adanya plengsengan di kedua sisi sungai. Langkah tersebut dinilai perlu agar kondisi aliran air dan lingkungan sekitar proyek lebih tertata,” imbuhnya.
Mimik menyebut material yang digunakan dalam proyek tidak bermasalah dan telah memenuhi standar SNI. Namun, dia meminta pemasangan material dilakukan lebih rapat dan sesuai spesifikasi pekerjaan. Ia juga meminta kepastian terkait kekuatan beton saat proses pengecoran dimulai.
“Saya ingin tahu nanti pengecorannya seperti apa. Kalau sudah mulai casting, saya minta diberi tahu, termasuk apakah menggunakan besi tulangan atau tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo itu mengatakan proyek peningkatan Jalan Kedungbanteng berada di ruas Ngaban-Kedungbanteng, tepatnya di depan SMPN 2 Tanggulangin. Ruas jalan yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar sekitar 5 meter.
Mimik menyebut dalam data proyek, peninggian jalan direncanakan sekitar 30 cm. Namun, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, terdapat bagian jalan yang mengalami peninggian hingga 40-60 cm.
Sementara itu, pengawas proyek, Aris, mengatakan progres pekerjaan saat peninjauan mencapai sekitar 16 persen dan telah memasuki minggu ke-10.
Mimik meminta kontraktor menambah tenaga kerja agar pengerjaan proyek berjalan sesuai target. Proyek dengan nilai sekitar Rp 3,3 miliar itu ditargetkan selesai pada 18 Desember 2026.
“Target penyelesaian bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Pekerjaan juga harus memastikan peninggian jalan, sistem drainase, dan aliran sungai tidak menciptakan persoalan baru bagi warga yang tinggal di sekitar ruas jalan tersebut,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat