Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong agar komunikasi dan dialog antar lembaga terus dijaga untuk memperkuat sinergi pembangunan di Jawa Timur. Hal itu termasuk komunikasi dengan Senator DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia.
Pesan tersebut disampaikan Wagub Emil saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/9/2026).
Emil menilai komunikasi yang telah terbangun perlu terus dirawat melalui ruang dialog yang terbuka. Menurutnya, dialog dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan dan aspirasi terkait pembangunan Jawa Timur.
“Tantangannya tinggal bagaimana Ning Lia dan saya, kami ini semua, kita bisa juga istiqomah untuk selalu membuka ruang dialog,” kata Emil dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Emil menegaskan upaya membangun komunikasi tersebut bukan hal baru. Menurutnya, langkah positif yang telah dimulai sebelumnya perlu dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.
“Sudah dimulai satu langkah itu dari dulu-dulu dengan baik,” tegasnya.
Emil menjelaskan komunikasi lintas lembaga penting bagi Jawa Timur. Hal itu untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat terus disampaikan sekaligus dibahas secara konstruktif antara pemerintah daerah dan perwakilan daerah di tingkat nasional.
“Bagi Jawa Timur, komunikasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan berbagai aspirasi masyarakat dapat terus disampaikan dan dibahas secara konstruktif,” .
Sementara itu, Senator Lia Istifhama menilai ruang dialog penting untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan kebijakan. Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, kata Ning Lia, dapat menjadi jembatan dalam menghadirkan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur.
“Dengan terjaganya komunikasi dan dialog, sinergi antar elemen di Jawa Timur diharapkan tidak hanya berjalan dalam momentum tertentu, tetapi terus tumbuh menjadi ruang bersama untuk membahas persoalan, bertukar gagasan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” pungkas.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat