Wagub Emil Pimpin Misi Dagang Jatim di Manado, Transaksi Tembus Rp 1,887 Triliun

- Publisher

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin langsung gelaran Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Fourpoint Manado. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin langsung gelaran Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Fourpoint Manado. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Manado – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin langsung gelaran Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Fourpoint Manado, Kamis (4/6/2026). Gelaran ini berhasil mencatatkan total komitmen transaksi fantastis sebesar Rp1.887.813.970.000.

Melalui penyelenggaraan Misi Dagang 2026 ini, Wagub Emil optimis kerja sama ekonomi yang terbangun bisa semakin kuat, menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta UMKM di kedua daerah.

“Alhamdulillah total komitmen transaksi hari ini di Sulawesi Utara mencapai Rp 1,887 Triliun, terdiri dari transaksi jual sebesar Rp 1,697 Triliun dan transaksi beli sebesar Rp 189,989 Miliar,” kata Wagub Emil dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berlangsung saling menguntungkan.

“Komitmen ini jadi bukti hubungan dagang antara Jatim dan Sulut bersifat win win. Keduanya sangat melengkapi satu sama lain. Kita ingin maju bersama-sama, dan hari ini terwujud,” imbuhnya.

Adapun komoditas yang diperdagangkan dari Jawa Timur ke Sulawesi Utara antara lain Daging Sapi dan Ayam, Pakan Ikan dan Udang, Rokok, Susu, Karkas Ayam dan Bebek, produk batik, jagung, mesin alat pertanian dst.

Sementara itu, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari Sulawesi Utara meliputi Ikan Tuna, cengkeh, arang batok kelapa, produk kerajinan tempat tisu dan gantungan kunci, Ikan Tongkol, Ikan Cakalang, Ikan Layang, Deho.

Emil menjelaskan, hubungan dagang kedua provinsi telah terjalin melalui Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Manado pada Agustus 2022. Saat itu, capaian komitmen transaksi sebesar Rp158,98 miliar dari 51 transaksi dagang.

Dirinya menilai, hubungan kerja sama ekonomi yang terus terbangun selama 4 tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perdagangan kedua daerah.

BACA JUGA  Perlinsos Digital di Surabaya, Pemkot Siapkan 12 Ribu Agen Pendamping hingga Tingkat RW

“Kita bisa melihat bahwa perdagangan menunjukkan kondisi yang signifikan peningkatannya. Tapi disini prinsipnya dalam konsep business to business, Ibu Gubernur menekankan bahwa rombongan yang hadir disini harapan kita terus membangun kedekatan ini,” katanya.

“Ini sudah 4 tahun berselang dari misi dagang tahun 2022. Selama 4 tahun banyak sekali kedekatan yang telah terbangun, sinergi yang terjalin. Sehingga kita kaget bahwa transaksi tahun 2022 mencapai Rp158,98 miliar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Utara kian meningkat, dimana tahun 2024 total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp1,44 triliun. Selain itu, Jawa Timur juga mencatat surplus perdagangan sebesar Rp581,72 miliar dengan nilai penjualan ke Sulawesi Utara mencapai Rp1,01 triliun dan nilai pembelian sebesar Rp428,39 miliar.

Lebih lanjut, Wagub Emil menambahkan, misi dagang kali ini diikuti sebanyak 58 pelaku usaha dari Jawa Timur yang hadir di Manado, bukan hanya membawa penjual tapi juga hadir untuk membeli komoditas.

“Kenapa karena kita percaya bahwa pondasi dari ekonomi bangsa kita yang kokoh adalah hubungan dagang yang bersifat win win. Hubungan dagang yang memperkuat perekonomian dari kedua wilayah,” terangnya.

“Ini semangat yang ingin kita wujudkan. Harus bisa winwin antara Sulut dengan Jawa Timur. Kita yakin bahwa Sulut betul-betul punya potensi untuk semakin berkembang,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi Sulut sangat strategis, ditambah infrastruktur Pelabuhan Bitung yang menjadi gerbang di Samudra Pasifik. Ia optimis bahwa Sulawesi Utara ini punya potensi yang sangat besar dari hubungan dagang dan investasi dengan Jawa Timur.

Disisi lain, Wagub Emil juga menekankan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat dalam memperluas kerja sama perdagangan. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

BACA JUGA  Batik dan Wayang Jadi Magnet Edu Kampus School 2026, Lia Istifhama: Jangan Sampai Warisan Leluhur Terlupakan

Dari sisi perdagangan, Jawa Timur juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp210,1 triliun sepanjang tahun 2025 dan kembali mencatat surplus Rp54,25 triliun pada Triwulan I Tahun 2026. Capaian tersebut menunjukkan tingginya daya saing produk-produk unggulan Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.

Wagub Emil melanjutkan, penyelenggaraan Misi Dagang 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa bekerja sama menguatkan ekonomi yang telah terbangun, sekaligus menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta UMKM di kedua daerah.

Sejak tahun 2019 hingga 2026, lanjutnya, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan 51 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp38,32 triliun dari 2.224 transaksi yang melibatkan 2.544 pelaku usaha. Sementara pada tingkat internasional, tujuh misi dagang yang dilaksanakan sejak 2022 hingga April 2026 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 21,42 triliun.

“Mari manfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar, meningkatkan perdagangan antarwilayah, dan membangun jejaring bisnis yang semakin kokoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

“Kedepan, hubungan dagang antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara bisa terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha serta mendorongpertumbuhan ekonomi di kedua wilayah,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay menyampaikan gelaran Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dan Manado tahun 2026 ini merupakan gelaran Misi Dagang kedua setelah sebelumnya terselenggara 2022 lalu.

“Hubungan kerjasama ekonomi ini akan terus berlanjut antara Jatim dan Sulawesi Utara. Artinya, menunjukkan komitmen kuat meningkatkan kinerja perdagangan dalam negeri, memperkuat kolaborasi dan sinergi. Ini adalah contoh nyata semangat membangun ekonomi,” ujar Victor.

“Ini bukti nyata Pemprov Jawa Timur sangat concern terhadap UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Terima kasih sudah menghadirkan lebih dari 50 pelaku usaha di Sulawesi Utara. Forum ini sangat baik membangun komunikasi bisnis, menjajaki peluang investasi sekaligus menghasilkan transaksi perdagangan yang menguntungkan bagi kedua daerah,” pungkasnya.

BACA JUGA  Bejat! Ayah Kandung di Sidoarjo Tega Setubuhi Anak Umur 17 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Sebagai informasi, Wagub Emil bersama Wagub Sulut menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OPD dan Pelaku Usaha Provinsi Jatim dengan Provinsi Sulawesi Utara.

Turut hadir dalam Misi Dagang tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Iwan, Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah dan pelaku usaha kedua provinsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadi Keynote Speaker Forum Ekonomi Regional Jawa Halal Ecosystem 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional
Tinjau Pasar Klojen, Gubernur Khofifah Puji Penataan Sentra Kuliner yang Rapi dan Bersih
Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah, Warga Berburu Sembako Harga Terjangkau
Tinjau Pabrik Gula Ngadirejo, Khofifah Sebut Jatim Jadi Kunci Ketahanan Gula Nasional
Jelang Libur Iduladha 2026, Pemkot Pastikan Ketersediaan Pangan di Surabaya Aman dan Terkendali
Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Pantau Pasar Banjarejo Bojonegoro dan Serap Keluhan Pedagang
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Semampir Kediri, Warga Serbu Sembako Murah Jelang Idul Adha
Serentak di 11 Kabupaten, Gubernur Khofifah Gaungkan Komitmen Jatim Jadi Garda Industri Gula Nasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:00 WIB

Wagub Emil Pimpin Misi Dagang Jatim di Manado, Transaksi Tembus Rp 1,887 Triliun

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:38 WIB

Jadi Keynote Speaker Forum Ekonomi Regional Jawa Halal Ecosystem 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:34 WIB

Tinjau Pasar Klojen, Gubernur Khofifah Puji Penataan Sentra Kuliner yang Rapi dan Bersih

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:38 WIB

Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah, Warga Berburu Sembako Harga Terjangkau

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:32 WIB

Tinjau Pabrik Gula Ngadirejo, Khofifah Sebut Jatim Jadi Kunci Ketahanan Gula Nasional

Berita Terbaru