DigitalJatim.com – Sinergi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur bertemu dengan manajemen PT Kasa Husada Wira Jatim di Varna Culture Hotel, Jalan Tunjungan, Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim Norman Fauzi mengatakan kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Menurutnya, ada kesamaan visi antara Kasa Husada dengan para pelaku UMKM di Jawa Timur.
“Kami ingin mengajak pelaku UMKM di Jawa Timur bertukar pikiran dan mencari peluang bersama. Kami sepaham, tujuannya sama yaitu meningkatkan perekonomian Jawa Timur,” ujar Norman saat ditemui Wakil Pempred Digitaljatim.com di ruang Direktur PT Kasa Husada, Surabaya, Sabtu (14/2/2026).
Norman menyampaikan bahwa melalui forum tersebut, kami terbuka sejumlah peluang kerja sama. Diantaranya, UMKM dapat membeli produk dari Kasa Husada untuk dipasarkan kembali. Sebaliknya, Kasa Husada juga membuka ruang distribusi bagi produk UMKM tersebut.
“Selain itu. Kasa Husada juga menawarkan skema pekerjaan rumahan dengan standar perusahaan. Para pelaku UMKM dapat menyiapkan dus dan inner dus dalam kondisi sudah terlipat serta siap pakai sebelum dikirim ke Kasa Husada untuk proses pengemasan,” jelasnya.
“Antusiasme teman-teman UMKM ini luar biasa. Ini akan kami lanjutkan, termasuk dengan agenda buka puasa bersama agar kolaborasi semakin luas,” tambah Norman.
Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan ada sekitar 27 pelaku UMKM hadir. Mereka berasal dari berbagai daerah diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mojokerto hingga Pasuruan. Norman mengakui pihaknya tengah berupaya membangun kembali kepercayaan pasar, termasuk setelah menghadapi tantangan askes perbankan pada masa lalu. Karena itu, Kasa Husada memilih memperkuat jejaring dari bawah.
“Kami tidak menunggu air hujan dari atas. Kami mencari sumber-sumber kecil di sekitar kami. Kalau dikumpulkan, ini bisa menjadi kekuatan besar bagi Kasa Husada dan pelaku UMKM,” tegas dia.
Norman juga mengapresiasi perkembangan pelaku UMKM di Jawa Timur yang dinilainya semakin profesional. Banyak diantaranya sudah menerapkan digitalisasi dan menjalin kemitraan dengan koperasi. Menurutnya, dorongan Pemerintah Provinsi dibawah kepemimpinan Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak telah memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Lima tahun kedepan, para pelaku UMKM ini bisa menjadi kekuatan besar. Tapi, harus terus dibina. Kami melihat mereka sebagai potensi dan mereka juga melihat Kasa Husada sebagai peluang. Disitulah titik temu kerja sama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Norman menuturkan bahwa kami dari Kasa Husada menargetkan kolaborasi dengan pelaku UMKM ini sudah mulai berjalan sepanjang 2026, meski belum sepenuhnya dalam formal.
“Langkah ini kami berharap bisa menjadi model penguatan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan di Jawa Timur,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat











