Gubernur Khofifah Dorong SPPG Perkuat Tata Kelola MBG, Kepala Daerah Diminta Jaga Mutu dan Sasaran

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat Formasi MBG 2026 di Halaman SPPG Al Anwar Group, Bangkalan. (Foto: Adpim For digitaljatim)

Gubernur Khofifah saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat Formasi MBG 2026 di Halaman SPPG Al Anwar Group, Bangkalan. (Foto: Adpim For digitaljatim)

Bangkalan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Pemerintah Kabupaten/ Kota untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memastikan kualitas layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat Formasi MBG 2026 di Halaman SPPG Al Anwar Group, Bangkalan, Sabtu (4/4/2026).

Khofifah menegaskan bahwa keterlibatan aktif kepala daerah melalui pemantauan langsung ke titik-titik pelaksanaan MBG, baik di sekolah maupun pondok pesantren, menjadi kunci keberhasilan program ini. Karena itu kepala daerah diimbau untuk menjaga mutu layanan dan ketepatan sasaran penerima.

“Pendampingan langsung dari kepala daerah akan memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, baik dari sisi distribusi, mutu layanan, maupun ketepatan sasaran penerima manfaat,” ujarnya.

Menurut Khofifah, pelaksanaan MBG yang telah berjalan lebih dari satu tahun perlu dilakukan penguatan dan disempurnakan. Praktik-praktik baik yang telah berjalan dapat direplikasi di daerah lain, sementara kendala yang masih muncul harus segera diperbaiki secara bersama-sama.

“Jika terdapat pelaksanaan MBG yang masih perlu perbaikan, segera kita benahi bersama. Sementara yang sudah baik, dapat menjadi referensi bagi daerah lain,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam memastikan keberlanjutan program MBG, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pemenuhan gizi peserta didik di sekolah dan pondok pesantren.

Secara khusus, Khofifah mengapresiasi SPPG Ponpes Al Anwar Bangkalan yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam pemenuhan gizi santri dan siswa.

“Saya mengikuti sejak awal pembentukan SPPG di Ponpes Al Anwar hingga pelaksanaan MBG di SDN Patereman 1 Modung. Semoga program ini terus memberikan manfaat luas bagi peserta didik maupun para guru,” ungkapnya.

BACA JUGA  TPT Jatim Februari 2026 Turun Jadi 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif

Sementara itu, Deputi BGN Suardi Samiran menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Khofifah dalam mendorong percepatan implementasi MBG di Jawa Timur, khususnya di wilayah Madura.

Menurutnya, SPPG Ponpes Al Anwar Bangkalan merupakan pelopor pelaksanaan MBG di Pulau Madura dan dapat menjadi referensi atau model bagi daerah lain.

“Kami bangga dengan kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah yang sangat dekat dengan masyarakat. SPPG Ponpes Al Anwar ini diharapkan menjadi teladan bagi pengembangan SPPG di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Bangkalan, dalam melakukan pemantauan serta penguatan implementasi program MBG.

Lebih jauh, Suardi menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan di daerah.

“Jika di Bangkalan terdapat 120 SPPG, maka perputaran ekonomi setiap bulan bisa mencapai sekitar Rp120 miliar. Dalam satu tahun, nilainya dapat mencapai Rp1,4 triliun,” jelasnya.

Ia optimistis, pelaksanaan MBG akan terus menggerakkan ekonomi daerah melalui pelibatan produsen lokal dan pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok pangan.

“Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal melalui kolaborasi dengan pelaku usaha setempat,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Ponpes Al Anwar Bangkalan KH. Muchlis mengatakan, keberadaan MBG di Bangkalan tidak lepas dari peran Gubernur Khofifah yang memperjuangkan sehingga bisa terlaksana dan dinikmati oleh siswa dan guru di Bangkalan.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan Formasi ini mengusung konsep Festival Olahraga, MapeI, dan Seni sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kampanye pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

MBG Sasar Masyarakat Yatim dan Kurang Mampu

BACA JUGA  Serentak di 11 Kabupaten, Gubernur Khofifah Gaungkan Komitmen Jatim Jadi Garda Industri Gula Nasional

Sementara itu, Gubernur Khofifah melakukan interaksi dengan beberapa guru dan murid penerima manfaat MBG.

Salah seorang Guru SDN Patereman 1 Modung Bangkalan Ari Silfani dan Maryam Ariany mengaku bersyukur atas adanya program MBG dari Presiden Prabowo.

Menurutnya, Program MBG telah berhasil menyasar masyarakat kurang mampu hingga membantu anak anak yatim piatu yang bersekolah di Bangkalan.

Ia mencontohkan, salah seorang muridnya bernama Rafi yang merupakan anak yatim dimana sang ibu bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga bersyukur mendapatkan MBG pada jam makan siang.

“Rafi ini adalah anak yatim dan ibunya bekerja sebagai Pembantu Rumah tangga. Allhamdulillah dengan adanya MBG ini menu maupun lauk yang disajikan cocok sehingga anak anak semangat belajarnya,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyerahkan 800 Paket beasiswa pendidikan gratis dari Ponpes Al Anwar yang diwakilkan kepada empat murid penerima manfaat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau
Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim
Penipu Gunakan Banyak Nomor, Advokat Muda Sidoarjo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya
Tiga Hari Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Isnaini
Tim SAR Temukan Mustofa 35 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Sungai Brantas
Momen Gubernur Khofifah Temani Sheikh Afeefuddin Al Jailani Silaturahmi ke Ponpes Zainul Hasan Genggong
BRI Kanca Krian Salurkan 17 Unit Komputer untuk Dukung Pendidikan di MI Ar-Rosyad Prambon
Raker TBM Gunungkidul Susun Program 2026-2031, Dorong Literasi hingga Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:39 WIB

Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:14 WIB

Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:10 WIB

Penipu Gunakan Banyak Nomor, Advokat Muda Sidoarjo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:46 WIB

Tiga Hari Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Isnaini

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:35 WIB

Tim SAR Temukan Mustofa 35 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Sungai Brantas

Berita Terbaru