Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok C1 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Pengalangan, Kabupaten Gresik. Program yang dijalankan mencakup bidang lingkungan, ekonomi, pendidikan, hingga literasi digital.
Sebelum menjalankan program, mahasiswa melakukan observasi lapangan dan pemetaan sosial (social mapping). Tahapan tersebut dilakukan melalui diskusi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta survei potensi lokal untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas warga.
Berdasarkan hasil pemetaan, mahasiswa menyusun sejumlah program yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Salah satu fokus kegiatan ialah peningkatan kualitas sanitasi lingkungan dan ketahanan pangan keluarga melalui program vertical garden serta pengolahan sampah rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, warga mendapat pelatihan memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam secara vertikal. Mahasiswa juga mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang organik dan kompos sebagai alternatif pengelolaan limbah sekaligus mendukung produktivitas pekarangan.
“Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjadi solusi pemanfaatan lahan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Di bidang ekonomi, mahasiswa memberikan edukasi kewirausahaan kepada anak-anak melalui pelatihan membuat kerajinan dari kawat bulu dan pembuatan celengan kreatif. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan semangat berwirausaha serta membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.
Sementara itu, bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kelompok C1 memberikan pendampingan mengenai aspek legalitas usaha. Materi yang diberikan meliputi penyusunan draf perjanjian sederhana, seperti kerja sama maupun sewa-menyewa, untuk memberikan kepastian hukum dalam menjalankan usaha.
“Mahasiswa juga menggelar sosialisasi literasi digital dan keamanan data. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara mengenali modus penipuan siber serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi di ruang digital,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, mahasiswa menerapkan media pembelajaran interaktif berbasis digital di sekolah dasar setempat. Penggunaan metode pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat belajar sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa selama proses belajar mengajar.
Koordinator KKN Kelompok C1 UWKS mengatakan seluruh program telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan Desa Pengalangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok











