Surabaya – Soft launching Koperasi Difabel Jawa Timur Sejahtera (Kodifa Jawara) yang diinisiasi Dinas Sosial (Dinsos) ersama Komisi E DPRD dan Koalisi Disabilitas Jawa Timur, dalam peringatan hari jadi ke-2 tahun GADISku mendapat sorotan.
Aktivis Jawa Timur sekaligus inisiator Lira Disability Care (LDC) Bambang Ashraf, memberikan sejumlah catatan strategis bagi pemerintah daerah. Ia menilai, transisi dari bantuan sosial (bansos) ke pemberdayaan ekonomi melalui koperasi merupakan langkah positif.
“Ini perubahan paradigma dari sekadar memberi ikan menjadi memberi kail. Namun, koperasi harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” ujar Ashraf kepada Digitaljatim.com, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola yang bersih. Ia mengingatkan agar Kodifa Jawara tidak hanya berhenti pada seremoni tanpa pengawasan yang jelas.
Ashraf yang juga Dewan Pakar LSM LIRA Jatim itu menyoroti empat hal penting. Pertama, pengawasan ketat dan audit publik untuk mencegah potensi penyalahgunaan dana hibah atau bantuan modal.
“Laporan keuangan harus bisa diakses anggota dan publik secara berkala agar tidak ada praktik penyimpangan,” jelasnya.
Kedua, keberlanjutan ekonomi berbasis pasar nyata. Ia mendorong Pemprov Jatim berperan sebagai off-taker atau membuka akses distribusi, termasuk memasukkan produk difabel ke e-katalog lokal.
Ketiga, inklusi tanpa birokrasi berbelit. Proses perizinan seperti sertifikasi halal dan izin edar, kata dia, harus diprioritaskan, cepat, dan bebas pungutan liar (pungli).
Keempat, digitalisasi tata kelola koperasi. Hal ini dinilai penting untuk meminimalkan potensi pungli serta memperluas pemasaran hingga skala nasional.
“Lewat Lira Disability Care, kami akan memantau implementasi koperasi ini. Kemandirian difabel hanya terwujud jika ekosistemnya bersih dari praktik korupsi,” tegas Ashraf.
Ashraf berharap momentum hari jadi ke-2 GADISku menjadi titik balik bagi Jawa Timur menuju provinsi yang lebih inklusif, dengan mengedepankan integritas dalam setiap program pemberdayaan.
Editor : Yoyok











