Berlaku di Gerbangkertasusila dan Malang Raya, Tarif Trans Jatim Luxury Dikecualikan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 18 September 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berlaku di Gerbangkertasusila dan Malang Raya, Tarif Trans Jatim Luxury Dikecualikan. (dok. Humas Pemprov)

Berlaku di Gerbangkertasusila dan Malang Raya, Tarif Trans Jatim Luxury Dikecualikan. (dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan tarif layanan Trans Jatim selama satu hari, Kamis (17/9/2026). Kebijakan ini diberlakukan untuk memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Tarif gratis berlaku di seluruh layanan Trans Jatim Koridor Gerbangkertasusila 1-7 dan Koridor 1 Malang Raya. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk layanan Trans Jatim Luxury.

Khofifah mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jatim kepada masyarakat sekaligus momentum untuk mengenalkan transportasi publik.

“Di peringatan Hari Perhubungan Nasional, kami mengajak masyarakat menikmati layanan Trans Jatim secara gratis. Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk bepergian menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Khofifah, program tarif gratis tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan Harhubnas. Pemprov Jatim ingin mendorong masyarakat mencoba dan membiasakan diri menggunakan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari.

“Program ini bukan sekadar memberikan perjalanan gratis. Kami ingin semakin banyak masyarakat mengenal, mencoba, dan pada akhirnya menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Dia menilai peningkatan penggunaan transportasi publik dapat memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat sekaligus lingkungan. Peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara.

“Beralih ke transportasi publik berarti turut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah bersama. Satu bus Trans Jatim bisa mengurangi puluhan kendaraan pribadi di jalan,” tegasnya.

Selain itu, penggunaan angkutan umum massal dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan yang berkaitan dengan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Semakin banyak masyarakat menggunakan transportasi publik, semakin besar peluang kita untuk mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, dan membangun mobilitas yang lebih aman,” jelas Khofifah.

BACA JUGA  Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Khofifah mengatakan transportasi publik juga memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur.

Layanan Trans Jatim yang menghubungkan sejumlah kawasan di Gerbangkertasusila dan Malang Raya mendukung mobilitas masyarakat menuju pusat pendidikan, perkantoran, perdagangan, pelayanan publik hingga kawasan pertumbuhan ekonomi.

“Transportasi publik menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang. Melalui layanan yang terintegrasi, akses menuju sekolah, kampus, tempat kerja, pusat ekonomi, dan pelayanan publik menjadi semakin mudah,” ujarnya.

Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan tema Harhubnas 2026, yakni “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Maju”.

Menurut Khofifah, konektivitas tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Transportasi juga harus mampu membuka akses, memperlancar mobilitas, dan memperkecil kesenjangan antarwilayah.

“Transportasi menghubungkan wilayah sekaligus menghubungkan masyarakat dengan kesempatan untuk tumbuh. Karena itu, layanan transportasi harus terus dikembangkan agar semakin mudah diakses, terintegrasi, dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus mengembangkan sistem transportasi publik dengan memperkuat konektivitas antarkawasan dan keterhubungan dengan moda transportasi lainnya.

Namun, dia menilai pengembangan layanan perlu diikuti partisipasi masyarakat agar transportasi publik dapat berkelanjutan.

“Pemerintah terus memperkuat layanan. Kini giliran masyarakat mendukungnya dengan membangun budaya naik angkutan umum. Keberlanjutan transportasi publik ada di tangan kita bersama,” tuturnya.

Khofifah juga mengimbau masyarakat yang menggunakan layanan gratis Trans Jatim untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan fasilitas. Penumpang diminta mengikuti arahan petugas serta memberikan prioritas kepada lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan penumpang yang membawa anak.

“Silakan manfaatkan layanan gratis ini dengan tertib dan tetap menjaga kenyamanan bersama. Trans Jatim adalah fasilitas publik yang harus kita rawat bersama,” pesannya.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Dalam momentum Harhubnas 2026, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang bertugas menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di Jawa Timur.

“Selamat Hari Perhubungan Nasional Tahun 2026. Terima kasih kepada seluruh insan perhubungan yang telah mengabdikan diri menjaga masyarakat tetap terhubung,” ucapnya.

“Semoga layanan gratis Trans Jatim ini semakin mendekatkan masyarakat dengan transportasi publik. Mari kita kuatkan konektivitas dan bersama-sama menghubungkan Indonesia untuk masa depan yang lebih maju,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp