Abunali Ja’far Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Pisang Produktif di Sampang

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 12 April 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Sampang – Sebuah lahan yang dulunya terbengkalai di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, kini berubah menjadi hamparan hijau yang penuh harapan.

Perubahan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari ketekunan seorang anak desa, Abunali Ja’far, yang memilih kembali ke kampung halamannya untuk menghidupkan tanah yang lama terabaikan.

Alumni Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura ini mendirikan Sahabat Pisang Farm pada Agustus 2025. Baginya, lahan kosong yang tak terurus selama puluhan tahun bukanlah beban, melainkan peluang untuk menciptakan nilai dan manfaat.

“Semua dimulai dari nol. Saya bersihkan semak belukar, olah tanah, buat bedengan, sampai siapkan lubang tanam,” ujar Abunali, Minggu (12/04/2026), mengenang proses awal yang penuh perjuangan.

Dengan kesabaran, ia mulai memperbaiki kualitas tanah menggunakan kapur dolomit untuk menetralkan pH serta pupuk kandang fermentasi sebagai sumber nutrisi. Ia meyakini, tanah bukan sekadar media tanam, tetapi juga titipan yang harus dirawat dengan baik.

Setelah lahan siap, Abunali menghadirkan bibit unggul dari tiga varietas, yakni pisang Cavendish, pisang kepok kuning tanpa jantung, dan pisang raja bulu kuning. Bibit tersebut diperoleh dari PT Hijau Surya Biotechindo di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Proses penanaman dilakukan secara bertahap. Bibit terlebih dahulu diadaptasikan dalam polybag selama kurang lebih satu bulan sebelum dipindahkan ke lahan utama. Perawatan dilakukan secara berkelanjutan dengan pemupukan bertahap, mulai dari pupuk kandang, urea, hingga NPK.

Kerja keras itu kini mulai menunjukkan hasil. Dari sekitar 80 pohon pisang yang ditanam di lahan seluas 2.750 meter persegi, lima tandan telah berhasil dipanen. Sementara itu, sekitar 20 tandan lainnya masih dalam proses menuju masa panen.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Bagi Abunali, capaian tersebut bukan hanya hasil panen, tetapi bukti bahwa ketekunan mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang. Ia pun merencanakan penambahan hingga 100 pohon baru, dengan fokus utama pada pengembangan pisang Cavendish.

Peluang pasar mulai terbuka, meski masih terbatas di wilayah Madura. Permintaan sudah datang dari dapur penyedia konsumsi di sekitar lokasi.

Sementara itu, pisang kepok kuning tanpa jantung telah memiliki pasar yang lebih stabil melalui pedagang lokal, sedangkan pisang raja bulu kuning masih dalam tahap pencarian pasar.

Di tengah perkembangan tersebut, tantangan tetap hadir, terutama dalam penguasaan teknik ripening atau pematangan buah pascapanen agar kualitas produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Berbekal pengalaman sebagai konsultan lingkungan (2010–2015) dan tenaga pendamping koperasi (2016–2019), Abunali mengelola usahanya dengan pendekatan berkelanjutan. Ia tidak hanya mengejar hasil ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

Lebih dari sekadar usaha, Sahabat Pisang Farm menjadi simbol keberanian untuk kembali ke desa dan membangun dari akar. Abunali ingin membuktikan bahwa pertanian adalah jalan mulia yang mampu membawa kesejahteraan sekaligus harapan.

Ke depan, ia menargetkan pengembangan hingga 180 pohon, peningkatan kualitas pascapanen, serta perluasan jaringan pemasaran agar produk pisang dari Madura semakin dikenal luas.

Kini, lahan yang dulu sunyi telah berubah menjadi sumber kehidupan. Di antara deretan pohon pisang yang tumbuh, tersimpan kisah tentang mimpi yang dirawat dengan kesabaran dan keyakinan.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp