Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi, Khofifah Perkuat Silaturahim dengan Insan Pers

Belum ada data penulis & editor

- Author

Selasa, 10 Februari 2026 - 02:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DigitalJatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 secara sederhana bersama para jurnalis di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (9/2/2026).

Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi insan pers dalam membangun Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pokja Wartawan Grahadi, Pokja Wartawan Indrapura, Pokja Wartawan Polda Jawa Timur, Pokja Wartawan Hukum (Wankum), serta Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (Kompak). Sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim juga turut hadir mendampingi Gubernur Khofifah.

Momentum tasyakuran ditandai dengan potong tumpeng dan makan bersama serta ramah tamah antara Gubernur Khofifah dan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.

Dalam suasana akrab, Gubernur Khofifah menyapa dan menyalami satu per satu wartawan yang hadir. Selain itu juga terdapat momen pemberian kue tart kepada jurnalis senior yang telah mengabdikan diri di dunia jurnalistik lebih dari 30 tahun serta jurnalis paling yunior sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi panjang mereka.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital, kehadiran jurnalisme profesional semakin dibutuhkan. Pers diharapkan terus menjaga profesionalisme, memperkuat literasi publik, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Terima kasih atas kerja keras insan pers yang terus menjaga ruang publik tetap sehat dan mencerahkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Grahadi Fatimatuz Zahro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang secara konsisten setiap tahun menyempatkan diri memperingati Hari Pers Nasional bersama para jurnalis di Jawa Timur, khususnya Pokja Grahadi.

BACA JUGA  Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur yang setiap tahun menyelenggarakan tasyakuran HPN. Ini menjadi bukti nyata kepedulian dan perhatian Gubernur Khofifah kepada insan pers di Jawa Timur. Semoga sinergi yang terbangun terus terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, profesi jurnalis menuntut kerja keras, ketangguhan, serta dedikasi tinggi. Jurnalis, lanjutnya, tidak mengenal jam kerja tetap dan sering kali harus bekerja melampaui waktu normal, terutama ketika terjadi peristiwa-peristiwa penting atau kejadian luar biasa.

“Dalam kondisi tertentu, jurnalis bahkan kerap mempertaruhkan keselamatan demi menghadirkan informasi bagi publik. Namun, prinsip kami tetap satu, tidak ada berita yang seharga dengan nyawa,” kata perempuan yang karib dipanggil Ima ini.

Ima juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan insan pers. Menurutnya, keterbukaan dan dukungan para narasumber, khususnya Kepala Perangkat Daerah, sangat membantu jurnalis dalam memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

“Alhamdulillah, selama ini teman-teman jurnalis dapat memperoleh informasi dan berita melalui komunikasi yang baik dengan para narasumber di lingkungan Pemprov Jatim,” jelasnya.

Ke depan, Ima menilai tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk berbagai platform yang mampu menghasilkan narasi secara instan. Meski demikian, ia meyakini bahwa teknologi tidak akan mampu menggantikan sensitivitas, intuisi, dan etika yang dimiliki jurnalis profesional.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. Namun kami yakin, kecerdasan buatan tidak akan mampu mengalahkan sensitivitas dan nurani jurnalis dalam menulis berita,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat
Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi
Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

WhatsApp