Surabaya – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama. Kali ini, senator Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia tersebut menyerap aspirasi pelaku UMKM kuliner Sajian Masakan Nusantara di Warung ONOROSO, Jalan Rungkut Asri Tengah VI, Surabaya, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil daerah dan pelaku usaha kecil untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Mulai dari akses permodalan, pemasaran produk, hingga peluang pengembangan usaha.
Ning Lia mengatakan, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
“UMKM adalah kekuatan ekonomi rakyat. Di balik setiap usaha kecil, ada harapan keluarga, perjuangan orang tua, dan masa depan anak-anak mereka. Karena itu, pelaku UMKM harus terus mendapat perhatian, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Menurut Ning Lia, usaha kuliner lokal memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain memberikan kontribusi ekonomi, keberadaan usaha kuliner juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan masakan Nusantara kepada masyarakat.
“Warung makan seperti ONOROSO bukan hanya tempat menikmati kuliner Nusantara, tetapi juga bagian dari perjuangan ekonomi masyarakat. Dari usaha sederhana inilah lapangan pekerjaan tercipta dan roda perekonomian terus bergerak,” ungkap alumnus Universitas Airlangga tersebut.
Perhatian terhadap keberlangsungan UMKM juga mendapat respons positif dari para pedagang. Farah, salah satu pedagang rujak cingur, mengaku berharap usaha kecil seperti yang dijalaninya mendapat dukungan lebih luas.
Baginya, berjualan makanan tradisional bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan. Usaha tersebut juga menjadi bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Harapan kami sebagai pedagang kecil sebenarnya sederhana, dagangan bisa laris dan usaha terus berjalan. Kami juga ingin mendapat perhatian dan dukungan supaya usaha kecil seperti kami bisa berkembang,” tutur Farah.
Ia berharap kegiatan serap aspirasi tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi pedagang kecil untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut masuk dalam daftar undangan. Di antaranya Cak Imin, anggota DPRD Surabaya; Bambang Udi Ukoro, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Surabaya; serta Dwi Oetomo, Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Selain itu, terdapat pula Budhi Santoso, pemilik Hallo Surabaya; Paul dari BFI Cabang Surabaya; serta Aby dari Bank UMKM Jawa Timur.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kolaborasi itu dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan UMKM, terutama terkait permodalan, pemasaran, dan pengembangan kapasitas usaha.
Ning Lia berharap aspirasi yang disampaikan para pelaku UMKM tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan serap aspirasi.
“Namun, dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas sektor agar usaha kecil semakin berkembang, membuka lapangan pekerjaan, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat