Senator Lia Istifhama Kenalkan Filosofi Perempuan, Dorong Kader Fatayat NU Pragaan Melek Politik

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Lia Istifhama saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pendidikan Politik bertema

Senator Lia Istifhama saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pendidikan Politik bertema "Menyemai Kesadaran Politik dan Kepemimpinan Perempuan" yang digelar PAC Fatayat NU Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. (dok. istimewa)

Sumenep – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama mengajak perempuan berani mengambil peran dalam demokrasi dan tidak hanya menjadi penonton. Perempuan dinilai perlu memahami kebijakan publik agar dapat ikut menentukan arah pembangunan.

Pesan itu disampaikan Senator Lia Istifhama saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pendidikan Politik bertema “Menyemai Kesadaran Politik dan Kepemimpinan Perempuan” yang digelar PAC Fatayat NU Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai II Kantor MWCNU Pragaan tersebut merupakan bagian dari Festival Santri NU Pragaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Senator Lia Ini yang akrab disapa Ning Lia mengatakan, politik tidak hanya berkaitan dengan jabatan dan kekuasaan. Menurutnya, politik juga menyangkut keterlibatan masyarakat dalam mengawal kebijakan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

“Mau tidak mau proses demokrasi akan terus berjalan. Suka tidak suka ada DPD, DPR dan sebagainya,” ujar Lia dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Dia meminta kader Fatayat NU membekali diri dengan pengetahuan politik, kemampuan komunikasi, serta keberanian menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Jangan sampai ada ruang-ruang, tapi kita gak mengambil ruang itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ning Lia memperkenalkan filosofi PEREMPUAN yang merangkum sembilan karakter kepemimpinan. Karakter tersebut meliputi Personality, Empathy, Responsibility, Equity, Motivation, Positivity, Universal, Analytical, dan Negotiation.

Sembilan karakter itu menekankan pentingnya kepribadian, empati, tanggung jawab, keadilan, motivasi, pola pikir positif, sikap inklusif, kemampuan analisis, serta kecakapan bernegosiasi.

Ning Lia juga menyoroti pentingnya solidaritas antarkader perempuan melalui semangat woman support woman. Menurutnya, perempuan perlu saling mendukung dan membuka kesempatan bagi sesamanya untuk berkembang, baik dalam organisasi kemasyarakatan maupun politik.

BACA JUGA  Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi

Selain kepemimpinan, dia mengingatkan kader Fatayat NU agar peka terhadap perkembangan regulasi pemerintah. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebijakan di bidang pendidikan yang berpotensi menimbulkan ketimpangan bagi lembaga pendidikan tertentu.

Karena itu, perempuan didorong mempelajari substansi kebijakan sebelum menyampaikan kritik maupun masukan. Dengan begitu, aspirasi yang disampaikan dapat lebih konstruktif dan didukung pemahaman yang memadai.

Ning Lia turut menyoroti peran media sosial dalam memperluas pendidikan politik. Platform seperti TikTok dan media online dinilai dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan gagasan serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan publik.

Menurutnya, kemampuan menganalisis persoalan perlu diimbangi dengan kecakapan mengemas informasi agar mudah dipahami masyarakat, terutama generasi muda.

Ning Lia berharap kader Fatayat NU dapat mengambil peran lebih besar dalam kehidupan demokrasi, termasuk menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan proses pengambilan kebijakan.

“Melalui pendidikan politik tersebut, perempuan diharapkan semakin percaya diri menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam demokrasi dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, solidaritas, serta tanggung jawab sosial,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Jamaah Al Khidmah Padati Masjid Agung Sidoarjo, Bupati Subandi dan Ketua DPRD Beri Apresiasi
Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis Semua Koridor Trans Jatim, Khofifah Resmikan Koridor II Malang Raya
Anas Toha Kembali Nahkodai IKBAL TABAH 2026-2031, Siap Perkuat Soliditas Alumni
Tiap Peserta Wajib Menulis 12 Pantun, Karya Terbaik Bakal Dibukukan dalam Antologi Kearifan Lokal
Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi
Ning Lia Jadi Inspirasi Mahasiswa Untag, Bagikan Pengalaman Politik hingga Pengabdian
Humble dan Merakyat, Gaya Ning Lia Menyapa Pedagang Lewat Modun Ngisor
Hidupkan Semangat Nahdlatut Tujjar Mbah Wahab, Gus Heri Bangun Ekonomi Umat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 12:36 WIB

Ribuan Jamaah Al Khidmah Padati Masjid Agung Sidoarjo, Bupati Subandi dan Ketua DPRD Beri Apresiasi

Minggu, 1 November 2026 - 00:41 WIB

Penyandang Disabilitas Bisa Naik Gratis Semua Koridor Trans Jatim, Khofifah Resmikan Koridor II Malang Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Anas Toha Kembali Nahkodai IKBAL TABAH 2026-2031, Siap Perkuat Soliditas Alumni

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Sempat Dibongkar, Eks Lokalisasi Krengseng Sidoarjo Kembali Jadi Lokasi Prostitusi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Ning Lia Jadi Inspirasi Mahasiswa Untag, Bagikan Pengalaman Politik hingga Pengabdian

Berita Terbaru

WhatsApp