Sidoarjo – Proyek betonisasi Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan, tepatnya di ruas Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terus dikebut. Proyek senilai Rp18 miliar tersebut sempat menjadi perhatian Bupati Sidoarjo, karena menghadapi sejumlah kendala teknis yang berdampak pada capaian pekerjaan.
Progres pengerjaan saat ini telah mencapai 48 persen. Namun, capaian itu masih tertinggal sekitar 9 persen dari target yang direncanakan. Salah satu kendala utama yang sempat menghambat pekerjaan adalah keberadaan tiang listrik milik PLN di lokasi pemancangan.
Pelaksana Lapangan PT Bangun Konstruksi Persada, Hanif Sujatmiko, mengatakan persoalan pemindahan tiang listrik tersebut kini telah diselesaikan. Menurutnya, pekerjaan dapat kembali difokuskan pada pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau turap beton untuk memperkuat dan menahan badan jalan.
“Progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 48 persen, tetapi masih tertinggal sekitar 9 persen karena sebelumnya terkendala tiang PLN. Persoalan tersebut kini sudah diatasi,” kata Hanif saat ditemui di Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026) sore.
Menurut Hanif, pemancangan CCSP menjadi salah satu tahapan krusial sebelum pekerjaan betonisasi dapat dilanjutkan secara optimal. Proses ini membutuhkan ketersediaan material yang memenuhi persyaratan teknis, termasuk ketentuan umur material minimal 14 hari sebelum dipancang.
Material CCSP dipasok dari pabrikan atau vendor di Pasuruan. Karena harus menyesuaikan umur material, pengiriman dilakukan secara bertahap. Untuk mengejar ketertinggalan progres, pihak pelaksana terus berkoordinasi dengan vendor agar distribusi material dapat diintensifkan.
“Stok material sudah tersedia, tetapi pengirimannya tetap harus menunggu hingga umur material memenuhi persyaratan. Kami terus mendorong vendor agar distribusinya lebih intensif,” jelasnya.
Proyek penanganan jalan tersebut mencakup panjang sekitar 1,05 kilometer dengan lebar 6 meter. Hingga kini, pemancangan CCSP telah mencapai sekitar 600 meter, sedangkan sisanya kurang lebih 500 meter. Setiap elemen turap beton memiliki panjang sekitar delapan meter.
Hanif menjelaskan, pekerjaan saluran drainase telah rampung. Setelah seluruh pemancangan CCSP selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan betonisasi menggunakan metode rigid pavement atau perkerasan beton kaku.
Pihak pelaksana kini berupaya mengoptimalkan pekerjaan di lapangan sekaligus mempercepat distribusi material agar ketertinggalan progres dapat ditekan. Hanif optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak yang ditetapkan pada tanggal 16 Desember 2026.
“Kami tetap optimistis pekerjaan selesai sesuai target kontrak pada tanggal 16 Desember 2026. Saat ini, fokus utama kami menuntaskan pemancangan CCSP agar betonisasi bisa segera dilanjutkan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas selama pelaksanaan proyek. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam menyelesaikan kendala teknis, termasuk persoalan pemindahan tiang listrik PLN.
“Dengan kendala tersebut telah teratasi, percepatan pemancangan CCSP diharapkan mampu mengejar ketertinggalan progres. Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan betonisasi Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan dapat diselesaikan sesuai target kontrak,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat