Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi meninjau tindak lanjut penataan rumah dinas Kereta Api Indonesia (KAI) serta progres pembangunan Frontage Road Waru-Buduran, Kamis (15/10/2026).
“Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian proyek strategis yang menghubungkan kawasan Waru hingga Buduran,” ujarnya.
Subandi menyebut pembangunan frontage road menunjukkan perkembangan signifikan. Ia optimistis sejumlah ruas dapat diselesaikan sesuai target melalui koordinasi dan pengawasan yang intensif.
“Alhamdulillah, nanti mulai dari Waru, Lanudal, sampai Buduran, pada tahun ini selesai pembangunannya,” kata Subandi dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah berulang kali berkoordinasi terkait pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah keberadaan bengkel di sisi timur yang berada di kawasan aset KAI.
Menurut Subandi, keberadaan frontage road dapat menjadi alternatif penataan kawasan agar lebih tertib dan memiliki nilai estetika. Sementara itu, area di sisi timur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain selama tidak mengganggu fungsi jalan.
“Karena sudah ada alternatif frontage road, nantinya yang difungsikan cukup frontage road ini saja. Sisi timur bisa dimanfaatkan untuk penataan lain sehingga kawasan terlihat lebih bagus,” jelasnya.
Ia menilai bangunan yang berdempetan langsung dengan frontage road dapat mengurangi keindahan kawasan. Karena itu, pemanfaatan lahan di sisi timur perlu ditata dengan baik, misalnya untuk kegiatan usaha berupa kios.
“Yang penting tidak mengganggu frontage road dan tetap tertata,” tambahnya.
Selain penataan lahan, Subandi meminta percepatan pemindahan fasilitas pendukung yang masih berada di area pekerjaan, termasuk tiang penerangan jalan umum (PJU). Pemindahan tersebut diperlukan agar tidak menghambat pelaksanaan pembangunan.
“Nanti akan langsung kami koordinasikan sambil pekerjaan berjalan,” tegasnya.
Mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo itu juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar proyek berjalan sesuai jadwal dan kontrak yang telah ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Subandi meyakini, dukungan kontraktor, pengawasan yang optimal, serta perhatian pemerintah desa dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) akan menjadi faktor penting dalam menuntaskan pembangunan.
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan, kontraktornya bagus, pengawasannya bagus, ada perhatian dari pemerintah desa maupun Dinas PUBM SDA,” katanya.
Terkait jalur perlintasan sebidang (JPL) di lokasi proyek, Subandi memastikan aspek teknisnya telah masuk dalam perencanaan detail engineering design (DED). Dengan demikian, penanganan perlintasan tersebut diharapkan tidak mengganggu fungsi frontage road.
“Gambar dan perencanaannya sudah ada semua. Sehingga, insyaallah tidak akan mengganggu frontage road yang berada di sisi jalan raya,” jelasnya.
Mengenai progres keseluruhan Frontage Road Waru-Buduran, Subandi mengatakan masih terdapat beberapa titik yang perlu dituntaskan, terutama di kawasan Waru dan lahan makam di Desa Kedungrejo. Menurut dia, persoalan lahan makam telah diselesaikan, sedangkan pembangunan fisiknya direncanakan pada 2027.
“Insyaallah tahun 2027 seluruh ruas dari Waru sampai Buduran sudah tuntas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo, Mukhammad Machmud, memastikan penyelesaian lahan terdampak pembangunan frontage road yang berkaitan dengan PT KAI hampir rampung. Pembongkaran bengkel ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari.
Machmud menyebut masih ada tiga titik yang memerlukan penyelesaian, yakni makam Desa Kedungrejo, lahan di sekitar masjid di wilayah Waru, dan area Stasiun Waru. Ketiganya diharapkan dapat dituntaskan tahun ini.
Ia mengakui dukungan dan arahan Bupati Subandi turut membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan KAI terkait penempatan JPL, termasuk menentukan skema pengaturan lalu lintas yang sesuai.
Pembahasan tersebut juga akan mempertimbangkan rencana pembangunan jalur rel ganda (double track) di lokasi yang sama.
“Yang terpenting, semua persoalan dapat dituntaskan demi percepatan pembangunan frontage road untuk masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat