Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan penetapan lokasi (penlok) pembangunan flyover Gedangan rampung pada 20 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pengadaan lahan guna mengatasi kemacetan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Target tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Ainur Rahman, dalam konsultasi publik rencana pembangunan flyover Gedangan di Kantor Kecamatan Gedangan, Sabtu (10/10/2026) malam.
Ainur mengatakan, Pemkab Sidoarjo mengubah metode pengadaan lahan dari pengadaan langsung menjadi metode pentahapan. Perubahan itu dilakukan setelah pihaknya berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Langkah itu diambil untuk meminimalkan potensi persoalan hukum dan kendala dalam pelaksanaan proyek di kemudian hari,” ujarnya.
Setelah penetapan lokasi rampung, proses pengadaan lahan akan dilanjutkan dengan penilaian harga tanah atau appraisal oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Penetapan lokasi ditargetkan selesai pada 20 Oktober. Setelah itu, proses selanjutnya akan ditangani BPN,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, Ainur menyebut Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan dana untuk pembebasan lahan. Namun, kebutuhan anggaran berpotensi meningkat seiring bertambahnya luas lahan yang diperlukan untuk pembangunan flyover tersebut.
Menurutnya, luas lahan yang semula diperkirakan sekitar 14.000-16.000 meter persegi kini meningkat menjadi sekitar 62.000 meter persegi. Jika anggaran yang tersedia belum mencukupi, kekurangannya akan diusulkan dalam penganggaran 2027.
“Luas lahan yang semula diperkirakan sekitar 14.000 hingga 16.000 meter persegi kini menjadi sekitar 62.000 meter persegi. Jika anggaran yang tersedia belum mencukupi, kekurangannya akan diusulkan dalam penganggaran tahun 2027,” katanya.
Ainur menambahkan, lahan yang direncanakan untuk dibebaskan mencakup 122 bidang tanah. Sementara itu, jumlah pemilik lahan masih perlu dipastikan karena satu orang bisa memiliki lebih dari satu bidang tanah.
“Pembangunan flyover Gedangan diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang terdampak pembebasan lahan,” tambahnya.
Selain mengatasi kemacetan, Ainur menegaskan bahwa proyek ini juga berkaitan dengan pengembangan infrastruktur transportasi, termasuk Surabaya Regional Railway Line dan jalur ganda atau double track.
“Karena itu, penyelesaian tahapan pengadaan lahan menjadi salah satu langkah penting sebelum proyek berlanjut ke tahap berikutnya,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat