Sidoarjo Masuk Tiga Besar PHK di Jatim, Ketua DPRD Minta Pemerintah dan Pengusaha Duduk Bersama

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih (dok. Syaiful)

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih (dok. Syaiful)

Sidoarjo – Sebanyak 5.400 pekerja di Jawa Timur (Jatim) tercatat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) per 1 September 2026. Kabupaten Sidoarjo menempati urutan ketiga dengan 489 pekerja, di bawah Jombang yang mencatat angka tertinggi sebanyak 1.462 pekerja dan Madiun dengan 506 pekerja.

Data tersebut dipaparkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim berdasarkan jumlah pekerja yang mengakses program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Menanggapi kondisi itu, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mendorong pemerintah, pengusaha, dan pekerja duduk bersama untuk mencari solusi atas persoalan PHK. Menurutnya, masalah tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu pihak tanpa mempertimbangkan berbagai faktor yang melatarbelakanginya.

“Harus duduk satu meja antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja atau asosiasi. Tidak bisa serta-merta persoalan perusahaan dibebankan pada satu pihak tanpa melihat kebijakan daerah maupun kebutuhan buruh,” kata Nasih kepada wartawan DigitalJatim.com di DPRD Sidoarjo, Jumat (9/10/2026) sore.

Nasih menilai penyebab PHK perlu ditelusuri terlebih dahulu agar solusi yang diambil tepat sasaran. Sejumlah faktor yang perlu dikaji, antara lain iklim investasi, tuntutan upah pekerja, hingga perkembangan teknologi yang memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

“Jika PHK terjadi karena iklim investasi yang kurang mendukung, pemerintah daerah bersama legislatif perlu mendorong kebijakan yang dapat memberikan kemudahan bagi pelaku industri,” ujarnya.

Mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo itu menambahkan, apabila PHK berkaitan dengan tuntutan upah yang dinilai meningkatkan beban perusahaan, dialog antara pengusaha dan pekerja perlu dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk mencari titik temu antara kemampuan perusahaan dan kesejahteraan buruh.

Selain itu, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga dinilai berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Nasih menyebut sejumlah perusahaan di Sidoarjo mulai mengandalkan teknologi dalam kegiatan operasionalnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

“Kalau memang pabrik sudah tidak membutuhkan banyak karyawan karena lebih mengutamakan teknologi atau karena biaya produksi, solusinya juga harus dibicarakan bersama. Begitu pula jika persoalannya berkaitan dengan upah. Harus dicari jalan keluarnya,” tegasnya.

Nasih menegaskan, persoalan PHK tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan. Ia mendorong komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja agar keberlangsungan usaha tetap terjaga tanpa mengabaikan hak-hak buruh.

“Persoalan PHK tidak bisa diselesaikan dengan menyalahkan satu pihak saja. Maka itu, diperlukan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, serta pekerja untuk mencari solusi yang mampu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus melindungi hak-hak buruh,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp