Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak masyarakat terus melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Ia juga mendorong agar para pengrajin mendapat ruang lebih luas untuk mengembangkan dan memperkenalkan karya mereka.
Hal itu disampaikan Emil saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam.
Emil mengatakan batik tidak lahir dari satu daerah atau kelompok tertentu. Menurutnya, batik berkembang dari kreativitas para pengrajin di berbagai daerah di Indonesia.
“Bagi kita yang menjadi generasi penerus, kita harus terus semangat untuk melestarikan batik. Batik ini adalah karya dari seluruh pengrajin batik dari Sabang sampai Merauke. Mereka semua berhak untuk diapresiasi karyanya,” kata Emil dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Menurut Emil, melestarikan batik tidak cukup hanya dengan mengenakannya pada momentum tertentu. Masyarakat juga perlu mengenal, menggunakan, dan menghargai karya para pengrajin yang menjaga keberlangsungan batik dari generasi ke generasi.
Ia menilai pemberian ruang yang lebih luas kepada pengrajin dapat membuka kesempatan bagi batik untuk terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
“Jadi bukan hanya batiknya yang kita lestarikan, tetapi juga orang-orang yang membuat batik itu sendiri. Mereka harus mendapatkan ruang untuk berkarya, berinovasi dan memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat,” ujarnya.
Emil mengatakan perkembangan batik menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan selera masyarakat. Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan batik.
“Batik harus terus hidup. Salah satu caranya adalah bagaimana kita memberikan kesempatan kepada para pengrajin untuk terus berkarya dan bagaimana masyarakat ikut menggunakan serta menghargai karya mereka,” katanya.
Ia berharap peringatan Hari Batik Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap para pengrajinnya.
“Semangatnya adalah bagaimana warisan budaya ini terus kita jaga, tetapi pada saat yang sama para pengrajinnya juga mendapatkan manfaat dan ruang yang semakin luas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Bidang Usaha Dekranas Metty Herindra, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Ketua Dekranasda Kota Surabaya Rini Heri Cahyadi, para ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jatim, serta sejumlah perwakilan daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat