Kader IPNU dan Marwah NU

Penulis Firman Syah Ali
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 29 September 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU Firman Syah Ali. (Dok. Pribadi)

Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU Firman Syah Ali. (Dok. Pribadi)

Akhir-akhir dunia per-NU-an sangat gaduh, banyak peristiwa dan komentar yang mewarnai ruang publik silih berganti, sehingga sedikit banyak mengganggu marwah NU dan Nahdliyyin di bumi kita nan subur.

Diantara para pengamat, influencer hingga buzzer yang berkicau di media digital maupun media sosial ada yang orang lama dan ada yang pendatang baru di dunia kepengamatan NU.

Ada yang kader muharrik NU, kader biasa NU, anggota utama, anggota biasa, warga NU hingga orang-orang yang diragukan ke-NU-annya. Bahkan sekaliber Dahlan Iskan ikutan berkomentar walaupun sebagian komentarnya saya nilai kurang tepat dan kurang holistik dalam memandang NU, maklumlah beliau bukan kader NU.

Saya pribadi termasuk orang yang tidak membuka link komentar baik berupa video maupun tulisan dari orang yang bukan kader NU. 

Apa sebab?

Karena setiap hari ada ratusan komentar tentang NU di berbagai palform media, di samping itu banyak hal selain NU yang harus saya baca dan harus saya kerjakan. Maka saya harus memilih dan memilah konsumsi bacaan saya terkait update perkembangan NU paska muktamar dari detik ke detik.

Menurut saya pribadi, tidak ada siapapun yang dapat memahami NU secara utuh kecuali kader paripurna NU. 

Kader paripurna NU adalah anggota NU yang telah melatih dirinya dan mengabdi kepada NU secara berjenjang sejak dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Kenapa kader paripurna NU harus berangkat dari IPNU dan IPPNU? Sebab IPNU dan IPPNU adalah Badan Otonom (Banom) yang menjadi awal dari proses kaderisasi dan proses pengabdian orang kepada NU. Dari kaderisasi formal dan informal serta kegiatan-kegitaan IPNU dan IPPNU, seorang pelajar mampu merasakan suasana kebatinan dan semangat juang yang utuh, murni dan suci dalam usia yang masih kecil dan remaja. 

Orang yang menjadi aktivis NU sejak dari IPNU/IPPNU adalah orang yang telah merasakan asam garam berjami’iyyah sejak kecil, atau singkatnya dapat disebut sebagai “Kader NU sejak Kecil”.

Menjadi kader NU sejak kecil tentu punya jiwa korsa, militansi dan patriotisme yang luar biasa terhadap organisasi. Mereka akan menjaga marwah organisasi dengan segenap daya dan upaya, dalam situasi apapun. 

Penggemblengan ke-NU-an sejak masih kecil akan semakin sempurna apabila dilanjutkan ke kaderisasi jenjang berikutnya, yaitu jenjang mahasiswa dan jenjang pemuda. Ketika memasuki usia mahasiswa/pemuda, alumni IPNU/IPPNU akan menyempurnakan proses dan kaderisasinya di PMII, GP Ansor dan Fatayat NU. 

Kader yang sudah melengkapi dirinya dengan pengabdian terbaik sejak dari IPNU/IPPNU, PMII, GP Ansor/Fatayat NU inilah yang saya tertarik untuk membaca komentar dan ulasan-ulasannya sekitar dinamika Muktamar NU.

Selamat berdinamika demi NU tercinta.

Penulis : Firman Syah Ali

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meritokrasi Terkhianati Dinasti Serakah
Menelisik Siklus Abadi LAPAS Mewah di Indonesia
Haruskah Menempuh Cara Jahat Untuk Mengalahkan Para Penjahat?
Urgensi Pencopotan Wakil Presiden: Jangan Biarkan Perbedaan Tafsir Hukum Menjadi Kegaduhan Nasional
Bolo Sego vs Bolo Kurowo: Ketika UMKM Dijegal Oknum
Fajar Menyingsing di Bumi Seribu Bhuju
Selain Kader Lima Tahunan, Apa Saja Tipologi Kader NU?
Aktivis Jatim Mematangkan Nama-nama Kader NU untuk Pilgub 2029
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:50 WIB

Meritokrasi Terkhianati Dinasti Serakah

Selasa, 29 September 2026 - 12:16 WIB

Kader IPNU dan Marwah NU

Senin, 28 September 2026 - 04:38 WIB

Menelisik Siklus Abadi LAPAS Mewah di Indonesia

Minggu, 27 September 2026 - 11:01 WIB

Haruskah Menempuh Cara Jahat Untuk Mengalahkan Para Penjahat?

Jumat, 25 September 2026 - 01:26 WIB

Urgensi Pencopotan Wakil Presiden: Jangan Biarkan Perbedaan Tafsir Hukum Menjadi Kegaduhan Nasional

Berita Terbaru

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:42 WIB

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:11 WIB

WhatsApp