Fajar Menyingsing di Bumi Seribu Bhuju

Penulis Firman Syah Ali
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 17 September 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potoh Bhuju' Batuampar Timur, Arsojih, Rabah, Toronan, Bagandan, Mataram Firman Syah Ali. (Dok. Pribadi)

Potoh Bhuju' Batuampar Timur, Arsojih, Rabah, Toronan, Bagandan, Mataram Firman Syah Ali. (Dok. Pribadi)

Bhuju’ adalah sebutan orang Madura untuk leluhur suci yang dianggap sebagai waliyullah, keturunan para waliyullah dan menurunkan para waliyullah. Rata-rata Bhuju’ Madura adalah keturunan Walisongo dan menurunkan ulama-ulama Pengasuh Pesantren di seantaro nusantara.

Akhir-akhir ini dzurriyah bhuju’ Madura semakin intensif bertemu, berkumpul dan bersilaturrahim dalam berbagai bentuk kegiatan seperti Haul, Maulid Nabi Muhammad SAW, temu kangen, bahkan sekadar ngopi bareng. 

Bahkan Asta (Makam/Maqbaroh) Bhuju’ yang sudah ratusan tahun terlantar, dirawat kembali dan diselenggarakan berbagai kegiatan di situ, mulai dari Haul hingga tahlilan biasa setiap waktu waoleh berbagai kelompok dzurriyah.

Ini perkembangan yang sangat revolusioner, sehingga bisa juga disebut sebagai Revolusi Potoh Bhuju’ di Bumi Madura. Ada kebangkitan kolektif jiwa-jiwa Madura, panggilan kerinduan secara simultan dan sustainable untuk memuliakan bhuju’-nya sendiri, alih-alih memuliakan bhuju’ orang lain. 

Saya melihat kebangkitan jiwa orang-orang Madura untuk mengingat dan memuliakan bhuju’-nya sendiri merupakan gelora renaissance dan nasionalisme yang timbul dengan sendirinya, tanpa ada figur tunggal yang menggerakkan mereka. Mereka digerakkan oleh hati nurani dan patriotismenya masing-masing.

Kaki langit Madura yang lama gelap, kini mulai terang karena fajar mulai menyingsing di ufuk timur pulau Seribu Bhuju’ itu.

Namun panggilan sejarah yang luar biasa ini saya amati masih sebatas romantisme pertalian darah diantara elit aristokrat Madura yang memiki kakek suci bersama. 

Kalau masa romantisme genealogis ini sudah selesai, maka akan merambah pada solidaritas teologis (aqadiyyah), ideologis (fikriyah), sosiologis (ijtima’iyyah), dan organisatoris (jami’iyyah).

Jika kelima solidaritas potoh Bhuju’ itu sudah lengkap, maka yang terjadi di kaki langit Madura bukan lagi fajar menyingsing, tapi cahaya siang yang sempurna, minaddzulumati ilan nur. (*)

Penulis : Firman Syah Ali

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selain Kader Lima Tahunan, Apa Saja Tipologi Kader NU?
Aktivis Jatim Mematangkan Nama-nama Kader NU untuk Pilgub 2029
Teori Pohon Khidmat NU
Gus Kikin Pimpin NU, Ning Lia Menangkap Pesan Besar dari Tambakberas
Catatan Asyik dari Muktamar ke-35 NU
Menakar Bobot Politik NU di Balik Fenomena “Mendadak NU”
Diaspora Madura Menggagas Studi Tiru ke Maldives
Getaran Nasionalisme dalam Haul Khotib Parangghan Sumenep
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:27 WIB

Fajar Menyingsing di Bumi Seribu Bhuju

Jumat, 11 September 2026 - 11:22 WIB

Selain Kader Lima Tahunan, Apa Saja Tipologi Kader NU?

Selasa, 8 September 2026 - 17:29 WIB

Aktivis Jatim Mematangkan Nama-nama Kader NU untuk Pilgub 2029

Jumat, 4 September 2026 - 05:23 WIB

Teori Pohon Khidmat NU

Rabu, 2 September 2026 - 11:40 WIB

Gus Kikin Pimpin NU, Ning Lia Menangkap Pesan Besar dari Tambakberas

Berita Terbaru

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Ainur saat ditemui awak media, seusai mengikuti sidang paripurna DPRD Sidoarjo. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pemkab Sidoarjo Siapkan Dana Rp200 Juta, 3 Program Desa Masuk Tahap Pencairan

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:21 WIB

Potoh Bhuju' Batuampar Timur, Arsojih, Rabah, Toronan, Bagandan, Mataram Firman Syah Ali. (Dok. Pribadi)

Opini

Fajar Menyingsing di Bumi Seribu Bhuju

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:27 WIB

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce (kanan) bersama Legal Officer KONI Jatim/Pendiri KONU Pusat/Pengurus ICF Jatim 2022-2026 firman Syah Ali (kiri). (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Wakapolda Pasma Royce terpilih sebagai Ketua ICF Jatim

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

WhatsApp