Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Puguh DPRD Jatim Dorong Mitigasi Risiko Diperkuat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas. (Dok.. istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas. (Dok.. istimewa)

Surabaya – Kebakaran melanda area dapur gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, meminta insiden tersebut menjadi momentum memperkuat mitigasi risiko bencana di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemprov Jatim.

Kebakaran terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Api diduga dipicu korsleting arus listrik di bagian atap ruang dapur gizi.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.40 WIB.

Puguh menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia juga telah memberikan dukungan kepada jajaran manajemen RSSA agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal.

“Saya turut prihatin atas peristiwa kebakaran yang terjadi di instalasi gizi Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Tentu ini menjadi bagian dari warning bagi kita semua, terutama jajaran instansi pemerintahan di lingkungan Pemprov Jawa Timur,” ujar legislator PKS tersebut dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan klarifikasi Direktur Utama RSSA yang diterima Puguh, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara untuk memenuhi kebutuhan makanan pasien, layanan katering sementara didatangkan dari pihak luar.

Menurut Puguh, keberlangsungan pelayanan rumah sakit harus menjadi perhatian utama setelah terjadi insiden. Kebakaran di area penunjang rumah sakit, kata dia, jangan sampai berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kejadian ini tidak mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. Kebutuhan katering pasien sementara diambilkan dari luar. Jangan sampai pelayanan kepada pasien terganggu akibat kejadian ini,” katanya.

Sebagai anggota Komisi E DPRD Jatim yang salah satunya membidangi sektor kesehatan, Puguh menilai kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi seluruh fasilitas kesehatan milik Pemprov Jatim untuk melakukan mitigasi risiko secara berkala.

Menurutnya, rumah sakit memiliki karakter pelayanan yang berbeda dengan fasilitas umum lainnya. Selain kualitas pelayanan medis, aspek keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana harus menjadi bagian dari pengelolaan rumah sakit.

“Mitigasi risiko kebencanaan di seluruh instansi, terutama rumah sakit dan layanan kesehatan di Jawa Timur, khususnya milik Pemprov, menjadi sesuatu yang sangat penting. Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga aspek keselamatan dan mitigasi risiko bencana harus benar-benar diperhatikan,” tegas Puguh.

Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap potensi risiko kebakaran maupun bencana lainnya di fasilitas kesehatan. Evaluasi tersebut meliputi kondisi instalasi listrik, peralatan, sarana keselamatan, jalur evakuasi, sistem pemadam kebakaran hingga kesiapan petugas menghadapi kondisi darurat.

Puguh juga membuka kemungkinan revitalisasi instalasi gizi RSSA apabila hasil evaluasi menunjukkan terdapat peralatan atau perlengkapan yang sudah tidak layak digunakan.

“Kalau memang dibutuhkan revitalisasi di instalasi gizi, saya pikir harus dipikirkan. Peralatan dan perlengkapan yang memang sudah tidak layak digunakan perlu direvitalisasi sehingga semuanya proper sesuai standar dan menjadi bagian dari proses antisipasi terhadap risiko kebencanaan,” ungkapnya.

Puguh berharap penanganan pascakebakaran tidak hanya berfokus pada pemulihan fasilitas yang terdampak. Evaluasi dan perbaikan sistem, menurutnya, juga harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Ini bukan hanya soal memulihkan fasilitas yang terbakar, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh sistem keselamatan di rumah sakit semakin baik. Jangan sampai ada potensi risiko yang sebenarnya bisa kita mitigasi sejak awal,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas
Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Potensi Influenza A, Dinkes Diminta Perkuat Antisipasi
Influenza Merebak di Jatim, Puguh DPRD Dorong Dinkes Perkuat Pencegahan
Gubernur Khofifah Kunjungi Pusat Riset Stem Cell dan Kanker SCCR Indonesia di Semarang
FPKS DPRD Jatim Dorong Ekosistem Obat Bahan Alam yang Terintegrasi dan Berbasis Riset
Gubernur Khofifah Kembali Beri Kado HUT Ke-81 RI, Medical Check Up di RS Paru Manguharjo Gratis 100 Persen
Akreditasi Rumah Sakit Kini Berbasis Hasil Klinis, Puguh DPRD Jatim Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi
186 Kasus HIV di Kota Malang Jadi Sorotan, Puguh DPRD Jatim Sebut Kondisi Mengkhawatirkan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:00 WIB

Wamenkes-Wamendagri Hadiri Deklarasi Siaga TB, Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan Bangun 15 Puskesmas

Selasa, 22 September 2026 - 23:10 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Potensi Influenza A, Dinkes Diminta Perkuat Antisipasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:40 WIB

Influenza Merebak di Jatim, Puguh DPRD Dorong Dinkes Perkuat Pencegahan

Senin, 14 September 2026 - 20:07 WIB

Gubernur Khofifah Kunjungi Pusat Riset Stem Cell dan Kanker SCCR Indonesia di Semarang

Jumat, 11 September 2026 - 14:43 WIB

FPKS DPRD Jatim Dorong Ekosistem Obat Bahan Alam yang Terintegrasi dan Berbasis Riset

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp