DigitalJatim.com – Dinamika relasi antarlembaga kembali mengemuka. Kali ini, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) menyambangi kediaman Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. Pertemuan tersebut tak sekadar silaturahmi, tetapi sarat pesan politik tentang penguatan komunikasi antara aparat penegak hukum dan representasi daerah di parlemen.
Rombongan Mabes Polri dipimpin Kombes Pol Hendri H. Siregar. Agenda yang dikemas dalam suasana hangat itu menghadirkan dialog terbuka, membahas peran strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus merawat kepercayaan publik.
Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai, kunjungan tersebut mencerminkan komitmen Polri membangun pendekatan humanis di tengah tantangan sosial-politik yang kian kompleks. Menurutnya, komunikasi langsung lintas kelembagaan menjadi kunci memperkuat fondasi kebangsaan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang mempererat sinergi. Kepolisian hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga harmoni sosial,” ujar Lia.
Ia menegaskan, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan desain konstitusional untuk memastikan institusi tersebut bekerja profesional, independen, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Dalam konteks itu, relasi yang sehat antara Polri dan lembaga perwakilan daerah dinilai penting guna memperkuat checks and balances dalam sistem demokrasi,” tegasnya.
Menurut Lia, stabilitas politik dan keamanan tidak bisa dilepaskan dari kualitas komunikasi antarinstitusi negara. Dialog yang cair, katanya, akan melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik sekaligus mempersempit ruang disinformasi.
“Komunikasi dan kolaborasi adalah energi kebangsaan. Ketika institusi negara saling membuka ruang dialog, maka kepercayaan publik akan tumbuh,” imbuhnya.
Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan nasional tak semata bertumpu pada regulasi, tetapi juga pada konsolidasi sosial-politik yang berkelanjutan. Di tengah dinamika tahun politik dan tantangan global, pendekatan dialogis dinilai menjadi strategi penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Kunjungan ini pun diharapkan menjadi preseden positif bagi penguatan sinergi lintas lembaga negara, sekaligus mempertegas pesan bahwa negara harus hadir dengan wajah humanis dan komunikatif di tengah masyarakat.
Penulis : Syaiful Hidayat











