Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Nasih DPRD Minta Rumah Sakit Pemerintah Siaga

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Rabu, 2 September 2026 - 03:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih saat diwawancarai wartawan usai meninjau korban terdampak keracunan MBG di RSUD Notodipuro. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih saat diwawancarai wartawan usai meninjau korban terdampak keracunan MBG di RSUD Notodipuro. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah santriwan/santriwati menuai perhatian DPRD Sidoarjo.

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih meminta pemerintah memastikan seluruh anak yang terdampak mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Rumah sakit, terutama milik pemerintah, diminta bersiap menangani para korban.

“Pertama sekali, kami ingin memastikan bahwa tidak boleh ada satu anak pun yang tidak tertangani oleh pemerintah. Seluruh rumah sakit, khususnya rumah sakit pemerintah, harus siap menangani,” kata Nasih saat diwawancarai awak media usai meninjau korban keracunan MBG di RSUD Notodipuro, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Selain memastikan penanganan medis, Nasih menegaskan persoalan biaya juga tidak boleh menjadi beban bagi para korban maupun keluarganya.

“Yang kedua, memastikan biaya tidak boleh ada. Artinya, semuanya ditangani oleh pemerintah. Kalau memang butuh nanti asupan, misalnya lewat PT, bisa,” ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu. 

Nasih juga menyoroti mekanisme penanganan di lapangan. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan langkah proaktif untuk memastikan seluruh anak yang terdampak teridentifikasi dan mendapat penanganan.

“Yang ketiga adalah dari sisi pascanya ini. Di sini harus memastikan dari yang terdampak, yang lain bagaimana?” jelasnya.

Nasih juga meminta petugas tidak hanya menunggu laporan dari pihak sekolah atau pesantren. Pemeriksaan terhadap anak-anak yang diduga terdampak perlu dilakukan secara langsung.

“Jadi harus memastikan. Bila perlu, mulai dari UKS turun jemput bola. Jangan menunggu laporan dari sekolah. Jemput ke bawah, kemudian deteksi mana-mana yang merasa mual atau pun pusing,” tegasnya. 

Setelah ditemukan anak yang mengalami gejala, kata Nasih, pihak terkait harus segera melaporkannya kepada petugas kesehatan sekolah untuk kemudian mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

“Kemudian dilaporkan kepada pihak sekolah dan dibawa untuk mendapatkan penanganan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat
Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi
Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

WhatsApp