DigitalJatim.com – Menyambut momentum ramadan dan lebaran 2026, Ina Cookies Official Sidoarjo melakukan langkah strategis melalui rebranding logo sekaligus pembukaan Butik Ina Cookies cabang Candi di kawasan Istana Candi Mas Regency, Jumat (13/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan positioning brand dan ekspansi distribusi di wilayah Jawa Timur.
Owner Ina Cookies Official Sidoarjo Irmawati Subagio mengatakan bahwa pembukaan cabang kali ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan strategi memperluas akses pasar sekaligus menjaga relevansi brand di setiap season.
“Setiap season kami melakukan evaluasi dan penyegaran. Tahun ini kami fokus pada rebranding logo dan penguatan distribusi agar lebih dekat dengan konsumen,” ujarnyasaat diwawancara oleh Wakil Pemimpin Redaksi Digitaljatim.com usai kegiatan tersebut.
Selama ini Ina Cookies telah hadir di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Lippo Sidoarjo, Suncity Sidoarjo, Unimas Waru, dan Lippo Jember. Namun, menurut Irmawati, tidak semua konsumen nyaman berbelanja di mall.
Karena itu, pembukaan butik di kawasan perumahan menjadi strategi untuk memperluas segmentasi pasar, tidak hanya menyasar kelas menengah ke atas, tetapi juga menjangkau konsumen yang mengutamakan kemudahan akses. Ke depan, Ina Cookies menargetkan beberapa titik distribusi, termasuk rencana ekspansi ke Kediri.
“Target kami banyak titik. Harapannya, Ina Cookies bisa hadir lebih merata di setiap wilayah khususnya sidoarjo,” ungkapnya.
Di tengah persaingan ketat industri kue kering, Ina Cookies tetap mengandalkan varian klasik seperti nastar, kastengel, dan putri salju, dengan inovasi rasa sebagai pembeda. Salah satu varian unggulan adalah putri salju keju dengan campuran kacang mede.
“Secara umum mungkin mirip, tapi karakter rasa, tekstur, dan kualitas bahan menjadi pembeda kami,” jelas Irmawati.
Dari sisi harga, produk dihargai mulai Rp 75.000,- per jar, dengan paket kombinasi empat varian seharga Rp 215.000,- yang menjadi favorit untuk hantaran. Ia menilai harga tersebut masih kompetitif jika dibandingkan kualitas yang ditawarkan.
Tidak hanya fokus pada penjualan ritel, Ina Cookies juga membangun ekosistem bisnis melalui program reseller. Skema keuntungan ditawarkan mulai 5 persen hingga 25 persen, tergantung level kerja sama. Menjelang Ramadan, ina cookies turut memaksimalkan lini parcel dengan harga mulai Rp500.000,-menyasar segmen keluarga maupun korporasi.
Dengan strategi distribusi, diferensiasi produk, serta penguatan jaringan reseller, Ina Cookies optimistis mampu mempertahankan eksistensi dan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika daya beli masyarakat.
“Kami ingin Ina Cookies bukan hanya identik dengan Lebaran, tetapi juga menjadi brand yang mudah diakses, kompetitif, dan terus berkembang,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat











