Mojokerto – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkuat jejaring kolaborasi strategis melalui kegiatan XOW Food Society and Culture di Difabis Coffee & Tea, Mojokerto, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FEB Unesa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM disabilitas. Dalam agenda itu, FEB Unesa juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama (MoA) bersama Baznas Kota Mojokerto.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB Unesa Prof. Dr. Anang Kistyanto didampingi Wakil Dekan Bidang I Dr. Moch. Khoirul Anwar serta tim kerja sama FEB Unesa Abdullah Muhammad Al Kamal. Turut hadir pula Asisten Wali Kota Mojokerto bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto.
Kunjungan ke Difabis Coffee & Tea dilakukan untuk melihat secara langsung praktik pemberdayaan ekonomi berbasis inklusivitas sosial yang melibatkan pelaku UMKM disabilitas.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, sejumlah isu strategis turut dibahas. Mulai dari pengembangan UMKM, penguatan branding, digital marketing, hingga perluasan jejaring internasional.
Dalam sambutannya, Dekan FEB Unesa Prof. Anang Kistyanto mengatakan, kerja sama dengan Baznas Kota Mojokerto diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan UMKM disabilitas.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pendampingan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, serta pengembangan inovasi ekonomi berbasis keberlanjutan,” ujarnya.
Anang juga mengapresiasi program pemberdayaan yang selama ini dijalankan Baznas Kota Mojokerto bersama Difabis. Menurutnya, program tersebut memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
“Program ini memiliki nilai tambah yang luar biasa dan berdampak besar bagi kesejahteraan umat, terutama teman-teman disabilitas,” kata dia.
Anang menilai, program pemberdayaan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Karena itu, FEB Unesa siap mendukung penguatan kapasitas UMKM disabilitas agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami dari FEB Unesa dengan senang hati menjalin kerja sama dengan Baznas Kota Mojokerto untuk memperkuat pelaku UMKM, khususnya disabilitas, agar mampu go internasional,” jelas dosen Manajemen FEB Unesa itu.
Melalui kerja sama tersebut, Anang menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi inklusif, pengembangan kewirausahaan sosial, serta implementasi tri dharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga sosial diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











