Sudaryono Turun Tangan Usai 707 Orang Diduga Keracunan MBG, BGN: Jika Lalai, SPPG Kami Suspend

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono turun langsung menjenguk para korban dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang.(dok. BGN)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono turun langsung menjenguk para korban dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang.(dok. BGN)

Semarang – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono turun langsung menjenguk para korban dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus memantau penanganan medis yang diberikan di sejumlah rumah sakit.

Sudaryono mendatangi tiga rumah sakit yang merawat korban, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat pemerintah setelah insiden yang diduga menyebabkan ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang mengalami gangguan kesehatan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, 693 orang merupakan siswa, sedangkan 14 lainnya adalah guru.

Mayoritas korban mengeluhkan gejala berupa pusing, mual, dan muntah setelah menyantap makanan yang disajikan. Sebagian harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara korban lainnya mendapatkan penanganan medis sesuai tingkat keparahan kondisinya.

Menanggapi insiden tersebut, Sudaryono memastikan tim investigasi Badan Gizi Nasional masih bekerja untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif,” ujar Sudaryono dikutip laman Badan Gizi Nasional, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan BGN tidak akan mentoleransi adanya kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran atau kelalaian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN akan menjatuhkan sanksi tegas.

“Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA  Pesantren Berasrama dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Mandiri, BGN Tetapkan Standar Ketat

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium. Pemerintah bersama instansi terkait terus menangani para korban sekaligus mengusut penyebab insiden tersebut agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan mengedepankan standar keamanan pangan.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Forum Oxford-INSEAD, Wagub Emil Ingatkan AI Tak Boleh Hanya Fokus Keuntungan
Pesantren Berasrama dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Mandiri, BGN Tetapkan Standar Ketat
Bertemu Prabowo, PM Thailand Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand Makin Kuat
Wamenhub RI dan Kepala Basarnas Jenguk Korban KMP Mutiara Sentosa II di Rumah Sakit PHC Surabaya
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG sebagai Kejadian Fatal, Terapkan Zero Tolerance
BGN Tak Main-main, 137 Kepala Dapur MBG Dicopot karena Pelanggaran
Senator Lia Istifhama Apresiasi WamenHAM Mugiyanto Kukuhkan 188 Penggerak HAM, Budaya HAM Didorong hingga Desa
KM Mutiara Sentosa Terbakar, Menko AHY Minta Investigasi Tuntas dan Utamakan Korban
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Di Forum Oxford-INSEAD, Wagub Emil Ingatkan AI Tak Boleh Hanya Fokus Keuntungan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:38 WIB

Pesantren Berasrama dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Mandiri, BGN Tetapkan Standar Ketat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Bertemu Prabowo, PM Thailand Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand Makin Kuat

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Wamenhub RI dan Kepala Basarnas Jenguk Korban KMP Mutiara Sentosa II di Rumah Sakit PHC Surabaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:24 WIB

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG sebagai Kejadian Fatal, Terapkan Zero Tolerance

Berita Terbaru

WhatsApp