Wagub Emil Buka Rakornas DPP FKMSB 2026, Dorong Mahasantri Jadi Pemimpin Nasional Berkarakter

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (DPP FKMSB) 2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (DPP FKMSB) 2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong mahasantri untuk mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendahulu.

Hal itu disampaikan Emil saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (DPP FKMSB) 2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Emil menilai konsep mahasantri menjadi pola pendidikan yang relevan untuk menjawab kebutuhan generasi muda setelah menempuh pendidikan menengah. Mahasantri tidak hanya mendapatkan pendidikan akademis modern, tetapi juga tetap berpegang pada tradisi keilmuan dan nilai spiritual yang diajarkan di pesantren.

Menurut Emil, kombinasi antara progresivitas dan keteguhan karakter penting dalam membentuk calon pemimpin masa depan. Ia menyebut ada anggapan bahwa sikap progresif tidak selalu sejalan dengan tradisi.

Namun, Emil menilai kemajuan tanpa karakter justru dapat membuat generasi muda mudah terbawa perubahan zaman tanpa memiliki landasan nilai yang kuat.

“Progresif tendensinya adalah selalu melakukan hal baru. Perkembangan zaman selalu diikuti bahkan ikut menciptakan. Sedangkan keteguhan karakter adalah keistiqamahan dalam menjaga tradisi pendahulu,” kata Emil.

“Jika kita mengedepankan progresif tanpa karakter, kita malah terombang-ambing oleh pergerakan zaman. Oleh sebab itu kita bersyukur bahwa mahasantri bisa mendorong progresivitas dan tetap berkarakter,” imbuhnya.

Emil mengatakan Pemprov Jatim melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) terus mendukung penguatan sumber daya manusia berbasis pesantren. Salah satunya melalui keberlanjutan program beasiswa bagi mahasantri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, dukungan tersebut diberikan karena mahasantri memiliki karakter yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman. Pendidikan yang diperoleh, kata Emil, tidak hanya berorientasi pada kehidupan duniawi, tetapi juga menjadi bekal moral.

BACA JUGA  Hadiri Rakornas FKMSB, Senator Lia Istifhama Dorong Santri Perkuat Jaringan dan Kemandirian Ekonomi

“Kami percaya bahwa eksistensi mahasantri dapat menjadi penguat bagi Jawa Timur dan Indonesia dalam menggapai cita-cita luhur,” tegasnya.

Emil menambahkan, menjadi modern bukan berarti harus meninggalkan tradisi. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa mengorbankan prinsip dasar yang menjadi pegangan.

“Menjadi modern bukan berarti harus mengabaikan tradisi, melainkan mampu bersikap adaptif tanpa mengorbankan prinsip dasarnya,” ujarnya.

Ia kemudian mencontohkan dinamika sektor keuangan global yang kerap diwarnai praktik spekulatif hingga krisis. Fenomena tersebut, menurut Emil, menunjukkan pentingnya nilai-nilai ekonomi Islam dan landasan moral dalam menghindari perilaku finansial yang berlebihan.

“Mencari keseimbangan ini membutuhkan ilmu dan karakter. Karena karakter itulah yang membedakan,” tegasnya.

Emil juga mengingatkan pentingnya peran generasi milenial dan Generasi Z sebagai kelompok yang akan menjadi penggerak bangsa. Karena itu, ia berharap FKMSB dapat menjadi wadah strategis untuk menghimpun potensi mahasantri dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia berharap mahasantri, baik yang masih aktif menempuh pendidikan maupun para alumni, dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Semoga segenap mahasantri Banyuanyar terus bersinergi dan menjadi lentera menyongsong Indonesia Emas 2045 yang barokah,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri Rakornas FKMSB, Senator Lia Istifhama Dorong Santri Perkuat Jaringan dan Kemandirian Ekonomi
Audensi dengan Senator Lia Istifhama, Gerakan Aksi Sosial Pemuda Siapkan Kolaborasi untuk Masyarakat
DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa
Hari Terakhir Ramadan, MAKI Jatim Tebar 1.000 Paket Takjil Gratis di Depan Dishub Jatim
MAKI Bangsalsari Santuni 100 Anak Yatim dan Janda Lansia Ikut Tersenyum di Akhir Ramadan
Jelang Akhir Ramadan, MAKI Jatim Bagi 1.000 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan di Surabaya
Berbagi di Ujung Ramadan, MAKI Jatim Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Takjil Gratis
Hari ke-26 Ramadan, MAKI Jatim Bagikan 250 Takjil Gratis di By Pass Juanda
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:51 WIB

Wagub Emil Buka Rakornas DPP FKMSB 2026, Dorong Mahasantri Jadi Pemimpin Nasional Berkarakter

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Hadiri Rakornas FKMSB, Senator Lia Istifhama Dorong Santri Perkuat Jaringan dan Kemandirian Ekonomi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:41 WIB

Audensi dengan Senator Lia Istifhama, Gerakan Aksi Sosial Pemuda Siapkan Kolaborasi untuk Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:53 WIB

Hari Terakhir Ramadan, MAKI Jatim Tebar 1.000 Paket Takjil Gratis di Depan Dishub Jatim

Berita Terbaru

WhatsApp