Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat sinergi dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA untuk memperluas diseminasi informasi publik sekaligus mengawal narasi pembangunan yang akurat, akuntabel, dan mencerahkan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan saat Khofifah berkunjung ke ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Dalam kunjungan itu, Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur Ramliyanto. Rombongan diterima Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar.
Selain meninjau koleksi sejarah jurnalistik nasional dan pameran foto jurnalistik di ANTARA Heritage Center, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas penguatan kolaborasi dalam penyebarluasan berbagai program strategis pemerintah, khususnya pembangunan di Jawa Timur.
Khofifah menilai ANTARA memiliki posisi strategis sebagai kantor berita nasional yang selama ini menjadi rujukan berbagai media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya.
“ANTARA secara konsisten menjadi rujukan narasi informasi yang tepercaya. Perannya sebagai referensi di tingkat nasional, regional, hingga menjangkau pelosok pedesaan,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Khofifah, kemitraan pemerintah dengan media nasional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan kebijakan pemerintah dipahami masyarakat secara utuh.
Ia juga mengapresiasi peran foto jurnalistik sebagai medium komunikasi publik yang mampu mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai kebijakan strategis pemerintah kepada masyarakat.
“Foto jurnalistik memiliki kekuatan menghadirkan fakta dan membangun kesadaran publik. Karena itu, saya mengapresiasi ANTARA yang terus menghadirkan dokumentasi visual berbagai kebijakan strategis pemerintah,” katanya.
Salah satu materi yang menjadi perhatian Khofifah ialah edukasi mengenai pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Surat Edaran Gubernur tentang pembatasan penggunaan gawai bagi peserta didik SMA, SMK, dan SLB selama proses pembelajaran.
Khofifah menjelaskan, sekolah-sekolah di Jawa Timur telah menyediakan tempat penyimpanan telepon genggam sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar tanpa gangguan penggunaan perangkat digital.
“Di sekolah-sekolah sudah disiapkan tempat menyimpan gadget. Selama belajar di kelas, mereka tidak boleh menggunakan gadget. Hal ini sejalan dengan pesan yang ditampilkan di sini,” jelasnya.
Selain sektor pendidikan, Khofifah berharap berbagai capaian Jawa Timur di bidang ketahanan pangan dapat terus dipublikasikan sebagai bentuk edukasi sekaligus inspirasi bagi daerah lain.
Menurut dia, Jawa Timur terus memperkuat transformasi menuju kedaulatan pangan berkelanjutan melalui pengembangan komoditas padi, jagung, telur, hingga daging.
Khofifah juga menegaskan kesiapan infrastruktur peternakan di Jawa Timur, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang telah memenuhi standar halal, menjadi modal penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Insyaallah RPH dan RPU di Jawa Timur sudah memenuhi standar halal. Kami siap mengembangkan ekspor produk daging yang telah diproduksi,” ujarnya.
Optimisme tersebut diperkuat keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, yang menjadi pusat unggulan nasional dalam pengembangan teknologi reproduksi dan pemuliaan ternak.
Tak hanya itu, Khofifah menyebut Jawa Timur memegang peran strategis dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional. Sekitar 70 persen program bongkar ratoon atau peremajaan tebu nasional berada di Jawa Timur. Provinsi ini juga memiliki konsentrasi pabrik gula terbesar di Indonesia dan menyumbang sekitar 51 persen kebutuhan gula konsumsi nasional.
Berbagai capaian tersebut, lanjut Khofifah, menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kuncinya terletak pada kolaborasi aktif seluruh kepala daerah. Dengan sinergi itu, swasembada daging maupun gula konsumsi sangat dimungkinkan,” tegasnya.
Menutup kunjungan, Khofifah berharap sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan LKBN ANTARA semakin kuat dalam menyampaikan berbagai praktik baik pembangunan daerah kepada masyarakat.
Ia juga mengundang jajaran Direksi ANTARA menghadiri Festival Mangrove di Kabupaten Tuban pada 29 Juli sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Banyak hal yang kami bahas, mulai dari kedaulatan pangan hingga daya dukung alam dan lingkungan. Semoga jajaran Direksi ANTARA dapat hadir dalam Festival Mangrove di Tuban untuk bersama-sama memperkuat daya dukung lingkungan di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -
