Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Grahadi, Khofifah Tegaskan Pancasila Jadi Arah Pembangunan Jatim

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 1 Juni 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto : Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto : Adpim For DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (1/6/2026).

Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri, ASN, serta ratusan tamu undangan, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia sekaligus fondasi arah pembangunan Jawa Timur.

Dengan mengusung tema besar, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Gubernur Khofifah menyampaikan tema ini sangat relevan di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum merefleksikan kembali jati diri bangsa yang harus terus hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Api Pancasila harus tetap menyala dan hidup dalam jiwa setiap insan Indonesia,” kata Gubernur Khofifah.

“Pancasila telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah menuturkan, Pancasila adalah jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Maka, lanjutnya, nilai inilah yang terus menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia, khususnya Jawa Timur yang dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan secara rukun, harmonis, menghormati.

“Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan ideologi yang hidup, living ideology yang hadir dalam cara berpikir, bekerja, dan melayani masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengungkapkan, Jawa Timur merupakan rumah besar bagi lebih dari empat puluh dua juta penduduk dengan beragam suku, agama, budaya, bahasa, profesi, serta latar belakang sosial yang hidup berdampingan secara harmonis.

BACA JUGA  Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Dirinya meyakini, seluruh keragaman elemen tersebut bergerak dan berjalan dalam satu ruang kebangsaan yang sama di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Di sinilah Pancasila bekerja. Pancasila mempertemukan perbedaan, menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keadilan,“ ungkapnya.

“Oleh karenanya, Pemprov Jawa Timur terus menempatkan nilai Pancasila sebagai dasar dalam setiap arah pembangunan daerah. Dalam kerangka Nawa Bhakti Satya dan sinergi dengan agenda pembangunan nasional, maka pembangunan Jawa Timur diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, inklusif, berdaya saing, berakhlak, dan berkeadilan,” terangnya.

Gubernur Khofifah melanjutkan, dari sisi ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan positif dan menunjukkan ketahanan dan kemajuan. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi sarana memperluas keadilan, manfaat pembangunan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

“Pembangunan tidak boleh hanya kuat pada angka-angka statistik, tetapi juga harus kuat dalam rasa keadilan. Kemajuan harus dirasakan seluruh warga Jawa Timur,” jelasnya.

Disisi lain, kontribusi Jawa Timur terhadap perdamaian dunia, salah satunya, kontribusi nyata Jawa Timur dalam menjaga kerukunan. Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2025 tercatat 78,31, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 77,89, yang menunjukkan kuatnya harmoni sosial di tengah keberagaman.

“Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam merawat harmoni berjalan di jalur yang tepat,” tuturnya.

Diakhir amanatnya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalakan nilai-nilai Pancasila sebagai energi pembangunan dan perekat bangsa, mengabdi kepada masyarakat, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Melalui momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Gubernur Khofifah berpesan dari Jawa Timur kepada Indonesia dan dunia bahwa persatuan adalah syarat kemajuan. Keadilan adalah dasar perdamaian. Menjunjung tinggi nilai Kemanusiaan adalah sebuah keniscayaan universal. Dan Pancasila adalah fondasi yang membuat bangsa Indonesia tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA  Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

“Dari Jawa Timur, kita terus menyalakan semangat Pancasila sebagai energi pembangunan menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

“Dari Jawa Timur untuk Indonesia, dari Indonesia untuk perdamaian dunia,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp