Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan, Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman Jelang Idul Adha

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung ketersediaan hewan ternak sapi di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung ketersediaan hewan ternak sapi di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Editor: Yoyok

Lamongan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan serta kesehatan hewan ternak kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau langsung ketersediaan hewan ternak sapi di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah memastikan bahwa stok hewan kurban, khususnya sapi, tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Jawa Timur, tetapi juga siap memenuhi permintaan dari luar daerah.

“Jadi cukup, aman dan sehat saya rasa harus disampaikan ke publik bukan hanya untuk Jawa Timur tapi juga diluar Jawa Timur,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dinas peternakan di kabupaten/kota se-Jawa Timur, total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah tersebut terdiri atas 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau.

Sementara itu, proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur pada Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 427.060 ekor, dengan rincian 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.

“Dari data tersebut dapat disampaikan bahwa jumlah ternak kurban di Jawa Timur tahun 1447 H / 2026 M tersedia mencukupi kebutuhan ternak kurban sapi, kambing dan domba,” jelas Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lamongan yang dinilai menjadi salah satu daerah penyangga utama penyediaan ternak di Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2026, populasi ternak di Lamongan mencapai 108.987 ekor sapi potong, 97.288 ekor kambing, 86.319 ekor domba, dan 130 ekor kerbau.

“Terima kasih Bupati Lamongan karena Lamongan salah satu daerah dengan ketersediaan sapi yang cukup besar,” katanya.

BACA JUGA  Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun

Selain memastikan stok dan kesehatan ternak, Khofifah juga menyoroti meningkatnya semangat masyarakat dalam berkurban di tengah berbagai dinamika ekonomi yang terjadi. Hal tersebut, menurutnya, turut berdampak pada meningkatnya penjualan hewan kurban tahun ini.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga sapi kurban mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Harga per ekor sapi hidup naik sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta, sedangkan harga berdasarkan berat hidup meningkat sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Meski demikian omset penjualan mengalami kenaikan dibanding tahun 2025.

“Saya menyampaikan terima kasih para peternak memiliki semangat yang luar biasa dan apalagi kalau terkonfirmasi bahwa tingkat penjualannya tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, harga kambing dan domba cenderung mulai stabil dibandingkan kondisi pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Adapun hewan kurban kambing dan domba yang paling diminati masyarakat berada pada kisaran harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.

Menurut Khofifah, momentum Idul Adha tahun ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sektor peternakan.

“Momen kurban Idul Adha tahun 2026 cukup membantu perekonomian peternak dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan bagi peternak,” kata Khofifah.

Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban yang akan bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Total petugas yang disiagakan terdiri dari 950 dokter hewan (medik veteriner), 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.

BACA JUGA  Dugaan Pelecehan Seksual di MTs Hasanuddin, Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penanganan Sesuai Hukum

Khofifah menegaskan, seluruh ternak kurban yang beredar juga telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan ternak secara berkala di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto menjelaskan bahwa usaha peternakan yang dirintis sejak tahun 2008 tersebut awalnya hanya memiliki sekitar 20 ekor sapi melalui bantuan program Sarjana Membangun Desa dari Kementerian Pertanian.

Seiring waktu, usaha peternakan berkembang tidak hanya pada sektor sapi potong tetapi juga ayam petelur, dengan dukungan pembinaan dari pemerintah dan koperasi.

“Jadi kami melakukan pembinaan petani peternak disini bersama koperasi gunungrejo makmur bisa mengembangkan peluang usaha sampai sekarang,” ungkapnya.

Suparto juga menyampaikan bahwa program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gratis serta program Inseminasi Buatan (IB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut membantu peningkatan kualitas dan ketersediaan ternak.

Untuk menyambut Idul Adha 2026, koperasi tersebut menyiapkan sekitar 300 ekor sapi kurban jenis Peranakan Ongole, Limosin, Simental dan Lokal. Saat ini sekitar 80 persen di antaranya telah terjual ke berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

“Tahun 2026 menyambut Idul Adha disiapkan kurang lebih 300 ekor dan alhamdulillah sudah terjual 80 persen atau sekitar 260 ekor di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Gubernur Jawa Timur juga memborong 8 ekor sapi,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Lia Istifhama Kunjungi Sanggar Mbah Guru, Terpukau Pesona Batik Alami Lamongan
Senator Lia Istifhama Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Angkat Kiprah Pembatik Lamongan
Dugaan Pelecehan Seksual di MTs Hasanuddin, Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penanganan Sesuai Hukum
Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan
Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan
600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Senator Lia Istifhama Kunjungi Sanggar Mbah Guru, Terpukau Pesona Batik Alami Lamongan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Senator Lia Istifhama Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Angkat Kiprah Pembatik Lamongan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di MTs Hasanuddin, Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penanganan Sesuai Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Gerilya Jenderal Sudirman dan Infrastruktur Jalan-Jembatan di Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Tremas Pacitan

Berita Terbaru

WhatsApp