Anak Kecanduan Game Online, Wakil Ketua DPRD Jatim Tekankan Peran Penting Keluarga

Editor Yoyok

- Author

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Blegur Prijanggono. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Blegur Prijanggono. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Editor: Yoyok

Surabaya – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Blegur Prijanggono menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kasus anak kecanduan game online hingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Menurutnya, fenomena gangguan psikologis pada anak akibat kecanduan game online menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian bersama.

“Fenomena gangguan jiwa maupun gangguan psikologis pada anak akibat kecanduan game online ini tentu menjadi keprihatinan mendalam,” ujarnya saat ditemui wartawan usai sidang paripurna di DPRD Jatim, Senin (11/5/2026).

Blegur menilai, game online pada dasarnya dapat memberikan dampak positif jika dimainkan secara bijak. Namun, penggunaan gadget dan permainan digital tetap harus dibatasi serta berada dalam pengawasan orang tua.

“Game online bisa mengasah kecerdasan anak. Namun tetap harus ada batasan dan pengawasan dari orang tua,” katanya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur itu mengakui perkembangan teknologi digital saat ini tidak bisa dihindari. Karena itu, peran keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam mengontrol kebiasaan anak saat menggunakan gadget, terutama setelah pulang sekolah maupun saat libur.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa dibendung. Tetapi orang tua harus hadir mendampingi anak-anak agar tidak berlebihan menggunakan gadget dan bermain game online,” imbuh Blegur.

Blegur juga mengingatkan, kecanduan game online dapat menjadi pintu masuk anak-anak terpapar konten negatif, termasuk judi online (judol). Karena itu, edukasi dari keluarga, sekolah, pemerintah hingga tokoh masyarakat dinilai sangat penting.

“Pengawasan dari orang tua, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga pengawasan siber dari Komdigi harus terus dilakukan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak-anak,” tegasnya.

Menurut Blegur, kebiasaan anak yang hampir sepanjang hari memegang gadget harus segera dicegah sebelum berdampak pada kondisi mental maupun fisik. Bahkan, kata dia, tidak sedikit orang dewasa yang ikut terbawa arus kecanduan game online.

BACA JUGA  Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

“Kalau sudah kecanduan, baik anak-anak maupun orang tua, tentu akan berdampak pada kesehatan mental dan psikis mereka,” imbuhnya.

Ia menyebut kasus pasien kecanduan game online yang harus dirawat di RSJ Menur menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Karena itu, Blegur meminta adanya komunikasi yang lebih intens di lingkungan keluarga agar pengawasan terhadap anak berjalan efektif.

“Kalau di rumah tidak ada komunikasi, perhatian, dan edukasi soal bahaya game online, maka upaya pemerintah akan sia-sia,” kata dia.

Sebagai langkah pencegahan, Blegur mendorong sekolah memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan aktivitas fisik, seperti olahraga maupun kegiatan positif lainnya, agar anak tidak bergantung pada gadget.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak melalui komunikasi dan aktivitas bersama.

“Keluarga harus menjadi benteng utama pembentukan karakter anak. Orang tua dan saudara harus intens berkomunikasi, berdiskusi, serta melakukan kegiatan bersama seperti olahraga atau berkebun agar anak tidak bergantung pada gadget,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp