Surabaya – Momentum Hari Kartini 2026 menjadi pengingat pentingnya peran perempuan di berbagai sektor. Perempuan masa kini dinilai perlu mengambil peluang lebih besar, termasuk di bidang Politik.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Fraksi PKB Ma’mulah Harun, menegaskan dalam ajaran Islam konsep kesetaraan gender telah diatur, termasuk kebebasan individu yang diiringi tanggung jawab.
“Dalam Al-Quran sebenarnya sudah ada konsep gender. Laki-laki maupun perempuan memiliki kebebasan untuk berbuat dan masing-masing bertanggung jawab,” ujar Ma’mulah saat diwawancarai di kantor DPRD Jawa Timur, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, hal tersebut menjadi landasan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi aktif di berbagai bidang, termasuk politik yang kini semakin terbuka.
Ma’mulah juga menyinggung regulasi di Indonesia yang mewajibkan keterwakilan perempuan minimal 30% dalam struktur partai politik (parpol) maupun daftar calon legislatif. Kebijakan ini dinilai sebagai peluang strategis bagi perempuan untuk mengambil peran lebih besar.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi perempuan. Tapi tentu tidak bisa instan. Harus dipersiapkan sejak dini, misalnya dengan aktif berorganisasi sejak usia muda,” katanya.
Ia menambahkan, perempuan yang ingin terjun ke dunia politik perlu membekali diri dengan pemahaman teori politik serta mendalami regulasi terkait pemerintahan, kenegaraan, dan kebangsaan. Selain itu, penting juga memiliki basis pemilih yang jelas sebagai modal dalam kontestasi pemilu.
Meski demikian, Ma’mulah mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi dalam politik tetap harus memperhatikan norma dan batasan.
“Perempuan bisa berekspresi, tapi tetap ada batas-batas yang perlu dijaga, termasuk dalam cara bergaul atau berinteraksi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ma’mulah mengapresiasi meningkatnya peran perempuan dalam kebijakan publik. Ia mencontohkan hadirnya fasilitas ramah perempuan, seperti ruang laktasi di tempat umum hingga kebijakan perlindungan terhadap kekerasan.
“Itu semua tidak lepas dari perjuangan legislator perempuan dan aktivis perempuan,” tuturnya.
Terkait keterwakilan perempuan di PKB, Ma’mulah menilai kondisinya terus menunjukkan tren positif.
“Alhamdulillah, perempuan di PKB sudah cukup baik,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











