Jakarta – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memimpin sidang Kabinet Merah Putih bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Rapat tersebut membahas kesiapan pemerintah menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah serta sejumlah isu strategis nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama selama bulan Ramadan. Menurutnya, suasana kondusif ditengah masyarakat menjadi kunci agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang hingga perayaan Idulfitri.
Selain itu, pemerintah juga memastikan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang hari raya tetap terpenuhi, mulai dari stabilitas harga bahan pokok hingga ketersediaan energi. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam sidang kabinet kali ini.
“Pemerintah harus memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga dan kebutuhan energi masyarakat aman menjelang Idulfitri,” ujar Prabowo seperti dikutip dari akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Senin (16/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyoroti dinamika krisis global yang masih berlangsung. Ia pun menilai situasi tersebut harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional, terutama di sektor pangan dan energi.
Menurutnya, percepatan program swasembada pangan dan energi harus terus dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal. Selain itu, pengembangan energi baru dan terbarukan juga dinilai penting untuk mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
“Dinamika krisis global harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi, melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal serta pengembangan energi terbarukan,” jelasnya.
Presiden Prabowo juga menerima laporan dari sejumlah menteri serta Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) terkait kondisi ekonomi dan cadangan energi nasional. Dari laporan tersebut, pemerintah memastikan situasi ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi stabil.
“Cadangan energi nasional juga disebut berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” imbuh Presiden Prabowo.
Di akhir arahannya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa. Ia menilai pengelolaan sumber daya alam yang tepat akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Seluruh kekayaan alam Indonesia harus diprioritaskan untuk kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











