Menko Zulkifli Hasan Ungkap Indonesia Mau Impor Beras 1000 Ton dari Amerika Serikat, Senator Lia Istifhama Gass Bilang Ini

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya  – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, buka suara terkait rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) yang menjadi bagian dari perjanjian dagang bilateral Indonesia-AS.

Menanggapi hal itu, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan semangat swasembada pangan yang selama ini terus digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan secara ilmiah dan terukur kondisi riil stok beras nasional. Ia menilai, sebelum memutuskan impor, negara harus lebih dulu menjawab pertanyaan mendasar: apakah Indonesia benar-benar sedang mengalami defisit beras.

“Terkait impor beras dari Amerika, hal pertama yang harus kita garis bawahi adalah Bapak Presiden Prabowo Subianto selama ini selalu mendengungkan swasembada pangan yang diamini para petani melalui kerja keras pemenuhan stok beras nasional,” ujar Lia, Selasa (3/3/2026).

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak gegabah. Menurut dia, riset harus dilakukan secara detail untuk memetakan daerah mana yang benar-benar defisit dan daerah mana yang justru sedang surplus.

“Maka perlu dilakukan riset, apakah memang defisit beras? Jika iya, di wilayah mana yang defisit dan wilayah mana yang surplus?” tegasnya.

Lia juga mempertanyakan urgensi impor beras dari negara yang letaknya sangat jauh dari Indonesia. Menurut dia, secara logika kebijakan tersebut menimbulkan banyak risiko, terutama dalam aspek distribusi dan pembiayaan logistik.

“Sehingga harus ada impor beras dengan jumlah 1.000 ton? Apalagi dari negara yang jaraknya sangat jauh alias bukan negara tetangga. Maka secara logika banyak risiko, termasuk pembiayaan dalam proses distribusi,” katanya.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Ia mengingatkan, jangan sampai keputusan impor justru berdampak buruk terhadap harga beras nasional maupun harga gabah di tingkat petani. Sebab, ketika pasokan dalam negeri sebenarnya sudah cukup, masuknya beras impor berpotensi mengganggu serapan pasar.

“Pada prinsipnya, jangan sampai terjadi penurunan harga beras nasional atau lokal akibat tidak terserap pasar. Jangan sampai supply ternyata sudah memenuhi demand, namun tidak terserap pasar akibat beras impor,” tandasnya.

Menurut Lia, jika kondisi itu terjadi, maka keseimbangan harga pasar tidak akan tercapai. Ujungnya, kata dia, petani kembali menjadi pihak yang paling terdampak.

“Kalau sudah begini, ekuilibrium atau keseimbangan harga pasar beras tidak tercapai, dan lagi-lagi kita nanti mendengar jeritan hati para petani,” ujarnya.

Lia menekankan bahwa momentum kebijakan ini juga sangat sensitif karena berlangsung pada bulan Ramadan menjelang Syawal, saat banyak petani berharap hasil panennya terserap maksimal.

“Apalagi ini di bulan Ramadan jelang Syawal, tentu semua ingin panen dengan sesungguhnya panen,” ucapnya.

Ia pun menilai, kebijakan impor tersebut tidak boleh semata dilihat sebagai bagian dari kesepakatan dagang, tanpa mempertimbangkan dampak nyata terhadap petani dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, setiap kebijakan pangan harus berpihak pada kepentingan nasional, bukan justru melemahkan posisi Indonesia.

“Karena impor ini adalah bagian dari kesepakatan dagang yang banyak menuai kritik. Jangan sampai perjanjian seperti ini justru melemahkan Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp