Tinjau Banjir Probolinggo, Gubernur Khofifah Petakan Skala Prioritas Penanganan

Penulis Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 23 Februari 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo M. Haris turun langsung pastikan efektifitas penanganan dampak banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo M. Haris turun langsung pastikan efektifitas penanganan dampak banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Penulis: Syaiful Hidayat

Probolinggo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo M. Haris turun langsung pastikan efektifitas penanganan dampak banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Senin (23/2/2026).

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai dan merendam permukiman warga. Sejumlah kecamatan terdampak serius, antara lain Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar, dan Pakuniran.

Berdasarkan data sementara pada 21–22 Februari 2026, jumlah warga terdampak bencana tercatat di Kraksaan sebanyak 810 KK, Krejengan 264 KK, Gading 11 KK, Besuk 23 KK, Kotaanyar 14 KK, dan Pakuniran 100 KK.

Gubernur Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim bergerak cepat bersama seluruh jajaran Pemkab Probolinggo untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pasca banjir.

Sebagai langkah tanggap darurat, Gubernur Khofifah telah menerjunkan BPBD dan Dinas PU Bina Marga dan Dinas PU SDA bersinergi dengan TNI-Polri serta jajaran Pemkab Probolinggo melakukan asesmen lapangan.

Pendataan dilakukan terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga sarana pendidikan yang terdampak arus dan genangan.

“Kami bersama-sama Bupati Probolinggo memetakan kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, sebagai dasar penentuan skala prioritas intervensi,” ujarnya.

Pemprov Jatim, lanjutnya akan terus bergerak cepat bersama seluruh jajaran untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak banjir.

“Kami membawa tim cukup lengkap, tim yang biasa menangani pembuatan jembatan, tim mengatasi persoalan sungai hingga tim rekontruksi dan rehabilitasi pasca bencana,” tegasnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada respons jangka pendek, tetapi juga pada solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk jangka pendek, prioritas diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, percepatan pembersihan material, serta perbaikan akses jalan dan jembatan.

BACA JUGA  Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Menurutnya, langkah jangka pendek yang harus dilakukan adalah segera memastikan pembersihan hunian karena masyarakat melaksanakan Ibadah Puasa hingga menyambut Hari Raya Lebaran.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, Pemprov Jatim akan mendorong normalisasi sungai, penguatan pondasi di sisi kanan-kiri sungai, serta penataan titik pertemuan percabangan sungai yang berpotensi menjadi titik rawan luapan.

Dukungan alat berat seperti long arm excavator juga disiapkan untuk mempercepat pengerukan dan normalisasi alur sungai jika menurut asesment hal tersebut dibutuhkan.

“Normalisasi sungai memang membutuhkan anggaran yang tidak kecil dan hasilnya tidak selalu terlihat secara kasat mata seperti membangun sekolah atau pasar. Namun ini investasi penting untuk mengurangi risiko banjir berulang,” tegasnya.

Selain itu, perbaikan dan penyesuaian konstruksi jembatan milik Pemprov juga akan dilakukan dengan mempertimbangkan kontur tanah dan debit air, guna meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi banjir di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga terus melakukan upaya mitigasi bencana alam dan mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi.

Jawa Timur, lanjutnya menjadi daerah yang masuk dalam kategori Ring Of Fire sehingga antisipasi dan mitigasi terhadap bencana alam.

Khofifah menyebut bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada 5 Desember 2025 – 10 Februari 2026 di Jatim dan telah berhasil meminimalkan resiko bencana.

Akan tetapi melihat intensitas hujan yang cukup tinggi di berbagai daerah di Jatim, Gubernur Khofifah akan kordinasi kembali dengan lembaga terkait untuk melaksanakan reaktivasi kembali OMC.

“Pada Bulan Desember Hidrometeorologi sekitar 20 persen, Bulan Januari 58 persen dan Februari sekitar 22 persen. Terbukti pada Bulan Desember – Januari di Jatim bisa terhindar dari Bencana Hidrometeorologi dan menekan Banjir di sejumlah daerah di Jawa Timur,” tutupnya.

BACA JUGA  Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah menyalurkan bantuan berupa 300 unit sembako, 10 meja lipat, 20 kursi lipat, 20 paket siap saji, 20 paket lauk pauk, 30 paket tambahan gizi, serta 285 paket perlengkapan makan.

Selain itu, turut disalurkan 100 paket perlengkapan anak, 90 paket kebersihan, 70 terpal, 4.000 lembar glangsing, 5 set pompa air, 48 jas hujan, 20 pasang sepatu boot, dan 100 bronjong.

Di kesempatan yang sama Bupati Probolinggo, M. Haris menyampaikan bahwa Pemkab Probolinggo terus melakukan upaya turun ditengah tengah masyarakat melalui strategi penanggulangan bencana melalui tagline BPBD “Gercep Sae” (Gerak Cepat, Terpadu, Berbasis Kecamatan dan Desa).

Setiap kecamatan telah memiliki Posko Bencana, dan Forkopimca terus melakukan koordinasi intensif tanpa henti.

Bupati mengungkapkan, bahwa pihaknya akan fokus dalam meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan dari bencana banjir.

“Pemerintah akan senantiasa membantu dan mendampingi masyarakat. Apapun caranya kami bersama Ibu Gubernur akan kita upayakan, termasuk kesehatan masyarakat hingga pembangunan jembatan putus akan di lakukan,” tegasnya.

“Terpenting sesuai arahan Ibu Gubernur penanganan pasca bencana banjir ini terdapat step maupun skala prioritas yang akan dilaksanakan,” tutupnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp