Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim

Editor Yoyok

- Author

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Madiun – Keberadaan relawan kebencanaan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kini semakin diperkuat menyusul terbitnya Perda Jatim Nomor 1 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Bencana.

Sejalan dengan itu, BPBD Jatim berkolaborasi dengan FPRB Jatim dan SIAP SIAGA melakukan konsolidasi serta penguatan kelembagaan FPRB kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kegiatan konsolidasi tersebut digelar secara maraton di lima Bakorwil di Jatim, mulai dari Bakorwil Malang, Jember, hingga Madiun. Selanjutnya, agenda serupa akan digelar di Bakorwil Pamekasan dan Bojonegoro.

Khusus di wilayah Bakorwil Madiun, kegiatan berlangsung pada Kamis (21/5/2026). Acara itu dihadiri langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kepala Bakorwil Madiun Heru Wahono Santoso, Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto, serta perwakilan SIAP SIAGA.

Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan keberadaan relawan bencana saat ini sangat penting dan semakin kuat secara hukum setelah terbitnya revisi Perda Penanggulangan Bencana.

Menurutnya, forum PRB yang beranggotakan unsur pentahelix perlu terus memperkuat koordinasi dan kelembagaan bersama BPBD di masing-masing daerah.

“Dengan konsolidasi ini, FPRB kabupaten/kota yang terdiri dari relawan, akademisi, dunia usaha, hingga media dapat berdiskusi bersama BPBD untuk memperkuat kelembagaan guna mengurangi potensi bencana di daerah masing-masing,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, Kepala Bakorwil Madiun Heru Wahono Santoso menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jatim yang telah memfasilitasi pertemuan FPRB dan BPBD kabupaten/kota di wilayah koordinasinya.

Ia menilai konsolidasi tersebut penting mengingat sejumlah daerah di wilayah Madiun kerap dilanda bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, hingga kebakaran hutan.

“Dengan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, termasuk akademisi, diharapkan ada kajian terhadap daerah rawan bencana sehingga dampaknya bisa diminimalisasi,” katanya.

BACA JUGA  Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar

Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto juga mengapresiasi dukungan BPBD Jatim dan seluruh mitra kerja dalam pelaksanaan konsolidasi FPRB kabupaten/kota se-Jatim.

Ia mengungkapkan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, masih terdapat tiga daerah yang secara administratif belum masuk dalam database FPRB Jatim, yakni Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, dan Kabupaten Ngawi.

“Melalui konsolidasi ini, kami ingin kelembagaan dan kepengurusan FPRB di daerah terdata secara riil dan terbaru. Hal ini penting karena kelembagaan FPRB kini telah difasilitasi dalam Perda Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Bencana,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua FPRB Kabupaten Ponorogo Muhamad Kujaeny mengaku menyambut baik forum konsolidasi yang digelar FPRB Jatim bersama BPBD dan SIAP SIAGA.

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai persoalan di daerah, mulai dari kelembagaan, kepengurusan, hingga dukungan anggaran.

“Alhamdulillah, FPRB Ponorogo selama ini selalu berkolaborasi dengan BPBD dan berbagai elemen daerah, termasuk lembaga dan ormas. Setiap tahun kami juga rutin menggelar kegiatan minimal dua kali. Konsolidasi seperti ini penting untuk terus dilakukan, terlebih menjelang Mubes FPRB Jatim,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp