Senator Lia Istifhama Soroti Penggunaan Desil: Kondisi Ekonomi Warga Tak Bisa Diukur dari Fisik Semata

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Rabu, 23 September 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Senator DPD RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, menyoroti penggunaan indikator desil dalam menentukan kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemetaan kesejahteraan warga tidak cukup hanya berdasarkan kondisi fisik yang terlihat.

“Pemetaan kesejahteraan warga tidak cukup hanya berdasarkan indikator yang terlihat secara fisik,” kata Lia, Rabu (23/9/2026).

Lia mengatakan kepemilikan barang dan kondisi tempat tinggal belum tentu menggambarkan kemampuan ekonomi seseorang. Sebab, ada warga yang tinggal di rumah warisan, tetapi rumah tersebut bukan aset produktif dan bahkan dapat disertai beban utang.

“Sebetulnya kekayaan itu tidak bisa diukur hanya dengan barang. Tidak semua orang yang menempati rumah itu belum tentu miliknya. Bisa saja rumah warisan, tetapi rumah warisan tersebut meninggalkan utang dan bukan merupakan rumah yang layak huni,” ujarnya.

Karena itu, Lia menilai indikator dalam menentukan desil perlu melihat kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh. Menurutnya, karakteristik sosial ekonomi setiap keluarga berbeda sehingga tidak bisa seluruhnya diukur menggunakan indikator yang sama.

“Intinya, indikator desil harus lebih holistik dan tidak bisa disamaratakan,” tegasnya.

Lia mencontohkan kondisi lingkungan tempat tinggal sebagai salah satu aspek yang dapat diperhitungkan. Misalnya, akses masyarakat terhadap air bersih.

Namun, dia menekankan indikator tersebut tetap perlu dilihat bersama faktor lainnya agar dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi warga secara utuh.

“Kalau kita bicara seseorang tinggal di pemukiman dengan air bersih yang memadai, itu memang bisa menjadi salah satu indikator. Tetapi tentu tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran untuk menyimpulkan kondisi ekonomi seseorang,” jelasnya.

Dia berharap proses pemutakhiran data dan penentuan desil dapat menangkap kondisi riil masyarakat, bukan sekadar berdasarkan apa yang terlihat dari luar.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Selain persoalan indikator, Lia juga menyoroti pentingnya aturan turunan dalam penerapan kebijakan negara. Dia mengibaratkan kebijakan umum dan aturan teknis seperti Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) dalam sebuah organisasi.

“Kalau kita bicara suatu organisasi, AD itu bersifat umum, sedangkan ART bersifat operasional. Begitu juga kalau ada kebijakan negara, pasti ada turunannya,” imbuhnya.

Menurutnya, aturan turunan diperlukan agar kebijakan yang telah ditetapkan dapat diterapkan secara teknis dengan tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat di lapangan.

“Kami berharap penerapan sistem desil tidak berhenti pada klasifikasi administratif, tetapi benar-benar mampu menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih objektif dan komprehensif,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

WhatsApp